EKSPOSKALTIM, Mahulu - Berstatus sebagai kabupaten termuda di Kaltim, Mahakam Ulu terus bergeliat dalam membangun kualitas pendidikan yang ada. Karena kekurangan guru tetap, para Pegawai Tidak Tetap (PTT) diperbantukan dalam proses belajar-mengajar. Sejatinya mereka ini yang biasa disebut sebagai guru honorer di kota-kota maju.
Dari 64 sekolah yang ada di Mahakam Ulu, jumlah PTT saat ini cukup mendominasi. Jika guru PNS saat ini berjumlah 324, PTT yang terdata sementara dari 11 sekolah yang ada jumlahnya 135 orang.
Namun berbicara soal perhatian kepada mereka, saat ini masih terbilang timpang. Soal gaji misalnya. Inisiator Forum Guru PTT Mahakam Ulu, Lejiu menjelaskan pembentukan forum ini bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak guru PTT. Dalam waktu dekat ini pun akan dibentuk Forum Guru PTT se Kabupaten Mahakam Ulu.
"Setelah forum dibentuk, kita siap menyampaikan beberapa poin. Dari hal terkecil misalnya, uang makan hanya Rp 15 ribu perhari. Guru PTT sudah ada yang mengabdi 10-15 tahun tapi belum diangkat juga jadi PNS. Gaji terlambat sampai tiga bulan. Uang tunjangan layak hidup, guru PTT tidak dapat. Ini yang perlu kita perjuangkan," ujar Guru SDN 001 Kecamatan Long Bagun itu, Rabu (29/3) siang.
Ia menuturkan, selama ini guru PTT hampir dilibatkan dalam semua lini aktifitas belajar -mengajar. Mulai dari tingkat sekolah Playgroup hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Saat ini baru sebelas sekolah yang menyetor data. Yang lain kita masih tunggu, bulan depan proses pendataan sudah bisa kita selesaikan. Karena banyak sekolah yang jauh," ucapnya.
Diketahui, sekolah yang sudah mengumpulkan data terkait PTT, yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Batu Majang, SDN 009 Long Merah, SDN 006 Long Melaham, SDN 007 Memahak Besar, SDN 002 Ujoh Bilang, SDN 004 Long Bagun Ulu, SDN 003 Long Tuyoq, SDN 001 Ujoh Bilang. Kemudian, SMP Kartawan Memahak Tebok, Playgroup Cempaka Memahak Tebok, dan TK Karya Mahakam Memahak Tebok.

