PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Koordinasi SAR di Balikpapan, Marsekal Muda TNI Dody: BPBD Fokus Pencegahan, Basarnas Evakuasi

Home Berita Koordinasi Sar Di Balikpa ...

Koordinasi SAR di Balikpapan, Marsekal Muda TNI Dody: BPBD Fokus Pencegahan, Basarnas Evakuasi
Deputi Bidang Potensi SAR Badan SAR Nasional (Basarnas) Pusat, Marsekal Muda TNI Dody Trisunu (tengah) didampingi Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Mujiono (kanan) mengunjungi Kapal SAR KN.Wisanggeni di dermaga Somber, Balikpapan Utara. (Dok.Basarnas)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Rapat pembentukan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3) untuk wilayah kerja kantor SAR Balikpapan digelar sejak Rabu (29/3) siang di Hotel Gran Senyiur Kota Balikpapan. 

Kegiatan tahunan ini tidak hanya dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), namun juga potensi SAR yang ada di Kota Minyak, seperti Banda Indonesia dan Info Bencana. Dari instansi pemerintah daerah, ikut hadir Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kaltim. 

Dibuka langsung oleh Deputi Bidang Potensi SAR Badan SAR Nasional (Basarnas) Pusat, Marsekal Muda TNI Dody Trisunu. Ia mengatakan, FKP3 berfungsi sebagai wadah menyamakan persepsi dalam operasi SAR.  

"Ini sebagai wadah koordinasi stakeholder dan potensi SAR. Forum ini harus mampu meningkatkan kapabilitas dan kompetensi personel SAR," ungkapnya.

Selain pembentukan FKP3, juga akan dilaksanakan SAR Goes to School, besok (30/3). Rencananya akan diikuti oleh 120 peserta dan 30 guru siswa-siswi tingkat SD-SMA yang ada di Balikpapan. Maksud dari seluruh agenda ini adalah sosialisasi dan penyamaan persepsi terkait pentingnya keselamatan dan pencegahan bencana oleh tiap-tiap orang.

Dody sempat menerangkan mengenai perbedaan tugas dari BPBD dan Basarnas. Untuk BPBD, kata dia, diminta agar fokus tidak hanya pada evakuasi dan pertolongan, namun juga pasca bencana. Sementara Basarnas lebih kepada Search and Rescue (SAR).

Sekedar diketahui, selama ini, Kaltim menjadi salah satu daerah dengan jumlah laka laut yang terbanyak di wilayah Nusantara. “Potensi laka laut disini memang tinggi,” tandasnya. 

Apalagi di Balikpapan terdapat penyeberangan Kapal Feri menuju Mamuju, dan hilir-mudik pelayaran melalui selat Makassar.

Kata Marsekal, selama ini laka laut didominasi oleh perahu nelayan atau kapal kecil. Penyebabnya mulai dari mati mesin, keberatan muatan, hingga faktor penumpang yang tidak memenuhi standar keselamatan.

"Sekarang kan ada koperasi dan paguyuban nelayan. Basarnas berusaha membentuk forum untuk masuk dan memberi pemahaman kesitu mengenai safety," katanya.
Selain itu memang diketahui SAR di Kaltim memiliki personel yang terbatas. Idealnya, dalam merespon sebuah kejadian laka, 4 komponen haruslah terlibat dalam SAR, yakni Basarnas, Pemerintah Daerah, TNI Polri, serta Potensi SAR dari masyarakat.
Basarnas kantor Balikpapan sendiri bertanggung jawab atas wilayah Kaltim dan Kaltara.

"Masalah penting yang diremehkan adalah safety. Minimal untuk kapal nelayan saja harusnya ada pelampung, life jacket, radio atau minimal HT yang menjangkau sampai daratan," bebernya. 

Perahu nelayan biasanya berada paling tidak 2 hingga 3 kilometer ke laut. Budaya safety inilah yang harusnya mulai dijaga. Dalam hal ini Basarnas melalui FKP3D juga mensosialisasikan budaya safety khususnya di Balikpapan. 

Di Basarnas sendiri memiliki standar respon time 30 menit setelah informasi diterima. Saat itu pula tim sudah menuju lokasi kejadian. "Rencananya respon time kita turunkan menjadi 20 menit," kata dia. 

Lebih lanjut, masyarakat bisa menghubungi 115 untuk menginfokan kejadian yang membutuhkan pertolongan SAR


Editor : Benny Oktaryanto
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :