PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Evaluasi TKK, Plt Kadisdikbud: Yang Malas dan Sering Mangkir Kita Akan Tahan Gajinya

Home Berita Evaluasi Tkk, Plt Kadisdi ...

Evaluasi TKK, Plt Kadisdikbud: Yang Malas dan Sering Mangkir Kita Akan Tahan Gajinya
Pelaksana tugas sementara (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu Feridiana

EKSPOSKALTIM, Mahulu - Kinerja dan kehadiran tenaga kerja kontrak (TKK) yang dinilai kurang maksimal, kata Pelaksana tugas sementara (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu Feridiana Hendok akan segera dievaluasi.

Hal itu dilakukan agar para TKK dapat fokus dan tidak uring-uringan dalam berkerja. Pihaknya juga masih sering mendapati laporan sebagian TKK yang sering alpa atau mangkir tanpa menyertakan surat keterangan.

"Tidak masuk kantor lebih dari tiga hari tanpa ada kabar, tergolong sebagai pelanggaran berat. Setelah surat peringatan (SP) satu tak diindahkan, kami akan mendatangi langsung ke rumah yang bersangkutan untuk mengecek alasan tidak masuk kerja," kata Feridiana.

Sejauh ini, Feridiana tak menampik, belum adanya semacam pemberian sanksi atau penindakan tegas atas kinerja TKK di lingkungan Disdikbud sendiri menjadi penyebabnya.

Berdasarkan pengalaman yang ada dan sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga akan menggodok semacam aturan sanksi berupa teguran, peringatan tertulis, hingga pemangkasan gaji sesuai dengan kinerja dan jumlah kealpaan TKK.

"Masalah kehadiran, harus tepat waktu setengah delapan pagi sudah masuk kantor. Kalau sakit harus ada surat keterangan dari dokter biar valid," kata Feridiana saat ditemui di kantornya, Rabu (22/3) siang.

"Kalau kita liat kenerjanya tidak bagus dan malas masuk, gajinya kita akan tahan. Kalau sudah kembali rajin dan bekerja dengan baik akan langsung kita berikan gajinya," tuturnya.

Di Disdikbud sendiri, perlu diketahui saat ini terdapat sedikitnya 113 orang TKK. Menurutnya, jumlah tersebut sudah lebih dari cukup, melihat beban kerja yang ada saat ini. Selain itu, perekrutan TKK juga disesuaikan dengan beban kerja, sehingga tidak tertumpuk begitu saja tanpa ada pekerjaan.

"Meski banyak pekerjaan tapi kalau anggaran tidak cukup untuk merekrut TKK. Ya, kita maksimalkan saja yang ada," cetusnya.

Ia menambahkan, meski TKK dituntut untuk fokus terhadap pekerjaannya, namun Disdikbud tidak pernah melakukan penekanan dalam bekerja. "Kadang ada yang minta mutasi ke dinas lain dengan alasan mencari suasana baru. Kalau masing-masing bidang memperbolehkan, kita akan proses untuk mutasi, kalau tidak disetujui ya tidak di proses," pungkasnya. (adv)


Editor : Fariz Fadhillah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :