22 Agustus 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pasca OTT Pelabuhan Palaran, Polisi Sita 9 Mobil dan 5 Rumah Mewah


Pasca OTT Pelabuhan Palaran, Polisi Sita 9 Mobil dan 5 Rumah Mewah
Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat memantau aktivitas pelabuhan, Senin (20/3). (Ekspos Kaltim/Ismail).

EKSPOSKALTIM, Samarinda- Pengembangan kasus dugaan pungli di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Jumat 17 Maret lalu, polisi mencium adanya keterlibatan banyak oknum.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin menuturkan, nilai uang sitaan sebesar Rp 6,1 miliar mengisyaratkan kemungkinan banyak pihak yang terlibat. Sementara saat ini kepolisian baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka.Yakni, Sekretaris Koperasi TKBM Samudera Sejahtera berinisial DW, HS, ketua Pemuda Demokrasi Indonesia Bersatu (PDIB) Samarinda, dan Sekretaris PDIB Samarinda, AN. 

Sejumlah aset juga disita dalam perkembangan kasus ini, yaitu dua bidang tanah, tujuh unit sepeda motor, sembilan unit mobil mewah dan lima buah rumah mewah yang semuanya berada di Kota Samarinda.

“Kita akan mengusut tuntas kasus ini,” katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 25 saksi diperiksa oleh tim gabungan dan masih ada kemungkinan bertambahnya saksi serta tersangka setelah pengembangan kasus nantinya.

“Kita harus mendengar keterangan saksi-saksi sesuai dengan barang bukti yang sudah kita dapat. Dan akan kembali memanggil saksi 1 orang pada hari Rabu (22/3) mendatang,” beber Kapolda.  

Sementara itu, pasca operasi tangkap tangan (OTT) gabungan Tim Saber Pungli Mabes Polri-Polda Kaltim, Jumat (17/3) lalu, aktivitas operasi di terminal peti kemas Palaran berjalan normal.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin kembali mendatangi Pelabuhan Samudra Palaran dikawal personel Brimob bersenjata lengkap, Senin (20/3) siang.

Dari pantauan Ekspos Kaltim di lapangan, rombongan Kapolda langsung menuju kedalam pelabuhan dan menemui advisor Pelabuhan Samudra Palaran.

Kedatangan rombongan disebut Safaruddin untuk ingin melihat kondisi pelabuhan pasca OTT oleh tim saber pungli.

“Di sini saya memastikan secara langsung bahwa langkah atau tindakan yang kita lakukan tidak berpengaruh pada arus bongkar muat di pelabuhan,” kata Kapolda.

Advisor Pelabuhan Samudra Palaran Sugito kepada Kapolda menuturkan, secara keseluruhan operasi pelabuhan berjalan seperti biasa setelah operasi tangkap tangan beberapa hari lalu.

Sebelum terjadinya OTT, kata Sugito, supir banyak yang mengeluhkan terkait tarif masuk sebesar Rp 20 ribu yang dinilai sangat merugikan.

“Jelas, para supir setiap ada pungutan merasa keberatan. Tapi beberapa waktu ini mereka merasa lebih senang karena sudah tidak ada lagi pungutan, imbuhnya.

Reporter : Ismail    Editor : Benny Oktaryanto

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0