18 Juni 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sodomi Lebih Satu Anak, Begini Pandangan Eka Komariah tentang Papat si Predator Seks


Sodomi Lebih Satu Anak, Begini Pandangan Eka Komariah tentang Papat si Predator Seks
FOTO : Eka Komariah Kuncoro Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kaltim “ODHA ETAM”. (ist)

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Kekerasan seksual sesama jenis terhadap anak dibawah umur alias sodomi sempat membikin geger masyarakat Bumi Etam dan mengundang perhatian serius banyak pihak. Masih ingat predator seks, yang sempat ramai dibicarakan, yakni Patriansyah (35) alias Papat. Kini proses hukum residivis kasus asusila itu sudah masuk tahap peradilan.

Sekedar mengingat, pada medio November tahun lalu, warga Jalan Perjuangan, Sempaja Selatan, Samarinda ini ditangkap karena diduga melakukan sodomi terhadap bocah laki-laki sebut saja Boy (11) di sebuah lahan kosong di Jalan RE Martadinata, Samarinda Ulu. Yang cukup mengagetkan, berdasarkan pemeriksaan terakhir pihak terkait, diduga Papat juga menyodomi ratusan anak laki-laki sejak beberapa tahun silam.

“Dia melakukan sodomi dua kali dalam sebulan,” jelas Eka Komariah Kuncoro Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kaltim “ODHA ETAM” saat berbincang ringan dengan wartawan EKSPOSKaltim, Jumat (24/2) lalu.

Berdasarkan pantauan lembaga yang aktif melakukan pendampingan baik psikis maupun fisik para korban kekerasan seksual, kepada hakim, Papat  mengakui perbuatan bejatnya tersebut. “Kamis mendatang kita akan mendengarkan keterangan dokter ahli forensik dan psikiater, semoga tergali lagi dugaan 5 korban lain di bulan Januari lalu,” ujar perempuan berjilbab itu.

Pelaku predator seks yang "luar biasa" itu lanjut Eka, juga pernah lolos dari jerat hukum sebelumnya pada tahun 2015. Saat itu, kata Eka, Papat dianggap sakit jiwa sehingga tak bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya, meski korban tindakan bejatnya sudah banyak. “Tapi dari beberapa kasus terakhir banyak masukan dari korban/keluarga (saksi) yang merujuk bahwa pelakunya punya ciri yang sama. Juga dari ciri kasus yang sama menunjukkan pelaku (Papat) cukup waras untuk di proses,” jelas Eka.

Sejauh ini Eka dapat memastikan jika Papat mengidap kelainan Sex sebagai pedophile. “Dia hanya suka melakukan  sodomi,” paparnya. Berdasarkan pengakuan Papat dalam sidang pertama, kata Eka, ia melakukan aksi bejatnya tersebut terhadap anak jalanan sejak 12-14 tahun silam. “Juga kebutuhan seksual yang menyimpang ini harus dipenuhi dua kali dalam satu bulan.”

“Tidak bisa dibayangkan sudah berapa kali, silahkan hitung berapa korban dari satu orang pelaku ini,” lanjut Eka. Karenanya, ia pun berharap semua aparat penegak hukum peduli terhadap korban yang hidupnya sudah dirusak. Demikian Eka berharap para saksi-saksi yang dihadirkan selama sidang mampu bersaksi sebenar benarnya di pengadilan. “Dan pelaku dihukum seberat beratnya,” tandas Eka.  

Sebelumnya, Papat juga pernah tersangkut kasus serupa karena menyodomi bocah di semak-semak kawasan Jalan Anggur, September 2014 lalu. Lama tak terdengar, setelah beberapa tahun Papat kembali berulah. Papat sempat bergelar sebagai predator seks anak.

Menurut keterangan tersangka hal ini dilakukan lantaran tidak memiliki pasangan. Papat ditangkap usai keluarga korban melapor kepada pihak berwajib November lalu. Sejauh ini Papat sudah mendekam di balik jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Samarinda, sudah berstatus sebagai tersangka. Pria pengangguran tersebut dijerat pasal 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014. Ancamannya pun tak tanggung-tanggung, sampai 15 tahun penjara lamanya.

Reporter : Arsyad    Editor : Fariz Fadhillah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%67%0%34%



Comments

comments


Komentar: 0