EKSPOSKALTIM, Kutim - Acara Pelantikan dan Pengukuhan Kepala Adat Besar Kutai Timur (Kutim) di Gedung Serba Guna, Bukit Pelangi, Sangatta, pada Rabu (16/11) diawali dengan berbagai pementasan tarian dan kesenian musik adat tradisional.
Salah satu dari pementasan yang di tampilkan adalah kesenian musik adat tradisonal Tingkilan yang berasal dari Tim Guntung Benua Bengalon Kutai timur.
Dijelaskan oleh Pembina Guntung Benua Bengalon Kutim Awang Ari Jusnanta, bahwa kesenian musik Tingkilan merupakan salah satu kesenian musik khas suku Kutai, yang mengunakan alat musik tradisional dan disertai dengan nyanyian yang akrab disebut bertingkilan atau bersaduh-saduh.
"Pementasan ini ditampilkan ketika menyambut tamu-tamu agung atau tamu besar. Mengunakan alat tradisional seperti gambus, gendang, dan kerimpung," jelasnya.
Diimbuhnya, Tim Guntung Benua Bengalon Kutim ini terdiri dari 20 personil yang sudah sejak lama bergabung dan menjadi satu tim seni musik adat tradisional di Kutim.
Tak hanya tampil pada tingkatan lokal, tim ini juga sering diundang untuk menampilkan kesenian musik adat tradisional di luar kota Kalimantan Timur.
"kita pernah diundang tampil di Jakarta beberapa waktu lalu, dan kami juga berharap agar kami bisa perfom negara lain," tuturnya.
Semoga kedepannya Pemerintah Kabupaten Kutai timur lebih memperhatikan seni-seni adat yang ada di kutim agar dapat di lestarikan dan di tingkatkan.

