PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tepis Isu Sara, Walikota Bontang Ingatkan Jasa Pahlawan

Home Berita Tepis Isu Sara, Walikota ...

Tepis Isu Sara, Walikota Bontang Ingatkan Jasa Pahlawan
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menjadi Irup pada pelaksanaan upacara Cinta Damai yang berlangsung di halaman Polres Bontang. (Dok.Humas/Adi)

EKSPOSKALTIM, Bontang - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni memimpin apel besar Bhineka Cinta Damai pada Selasa (15/11), kemarin. Apel yang berlangsung di Halaman Polres Bontang itu juga dihadiri Kapolres Bontang, Wakil Ketua DPRD dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Walikota mengatakan penyelenggaraan Apel Besar Kebhinekaan merupakan kegiatan awal dari serangkaian gerakan untuk menjaga kebhinekaan dan persaudaraan lintas, suku, agama, ras dan antar golongan,terutama dalam menghadapi ancaman perpecahan bangsa.

Kata Walikota, di era saat ini tidak sedikit pihak yang sering kali ingin menjadikan keberagaman sebagai senjata untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa melalui hembusan isu yang berbau Sara, yang pada akhirnya mendiskreditkan kebijakan pemerintah. Salah satu faktor yang sering menjadi penyebab terjadinya konflik,yang mengatasnamakan perbedaan suku,budaya maupun agama adalah kepentingan politik lokal.

Tidak hanya itu, faktor sosial ekonomi juga sering menjadi penyebab munculnya kecemburuan sosial sehingga menumbuhkan kebencian.

“Untuk itu dalam kesempatan Apel Besar Kebhinekaan, saya berpesan tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, lebih arif dalam menyikapi informasi yang berkembang, sifatnya provokatif yang marak dimedia sosial yang belum jelas kebenarannya, mencari solusi permasalahan yang sering mengatasnamakan perbedaan suku,agama dan ras. Jalin komunikasi dan silaturahmi untuk mencegah dan menyelesaikan gesekan dalam kehidupan bermasyarakat yang beragam,” jelasnya.

Dalam apel itu, Walikota juga meminta semua pihak bisa kembali mengingat jasa para pahlawan. Ketika itu, tepat tanggal 10 November telah terjadi peristiwa yang sangat bersejarah bagi bangsa indonesia.

“71 tahun silam para pahlawan bangsa berjuang mempertahankan kemerdakaan.  Dari agresi militer belanda pada saat itu belanda berkeinginan untuk dapat kembali menguasai NKRI. Di kota Surabaya pertumpahan darah tidak dapat terelakkan lagi,” jelasnya.

Pada masa itu pahlawan bangsa yang hanya bersenjatakan bambu runcing dan senapan konvensional. Harus melawan tentara belanda dengan persenjataan dan taktik perang yang lebih modern.

“Di bawah kepemimpinan Bung Tomo, para pahlawan bangsa terus memekikan gema kemerdekaan, merdeka, merdeka, merdeka. Semangat inilah yang senjata mutakhir untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi ini,” terangnya.

Semangat rela berkorban, tanpa pamrih dan keberanian para pahlawan telah memproteksi diri mereka dari rasa keputusasaan. Kata Neni, mereka hanya yakin pada satu hal yaitu jihad mereka akan diijabah oleh Allah swt.

“Sebagaimana diketahui Presiden Republik Indonesia telah mencanangkan 9 (sembilan) program prioritas yang disebut  “Nawa Cita”, dimana salah satunya adalah  menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara,” ujarnya.

Maka dari itu kata Wali Kota, dalam rangka mendukung program dan kebijakan yang akan menjadi arah dan fokus perhatian dari kebijakan pemerintah, harus selaras dan berkesinambungan dengan program kebijakan polri guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.,

“Dan pada hari ini adalah momen bersejarah secara serentak dilaksanakan apel kebesaran kebhinekaan cinta damai seluruh indonesia yang mengambil tema melalui hikmah hari pahlawan ke – 71 tahun 2016, kita tingkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan persatuan dan kesatuan NKRI yang kokoh,“ katanya.

Makna dari tema tersebut adalah untuk menginternalisasi jiwa semua anak bangsa agar nilai kepahlawanan terpatri dan merasuk kedalam sanubari yang paling dalam, untuk meneladani sifat-sifat kepahlawanan yaitu rela berkorban tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, berani demi kebenaran serta patriotik. Terutama kesadaran dan partisipasi dalam mengisi kemerdekaan ini.

“Saat ini Bangsa Indonesia masih menghadapi tantangan persatuan, keutuhan dan produktifitas bangsa mulai dari terjadinya konflik intoleransi antar umat beragama, berkembangnya paham radikalisme, tawuran antar kampung maupun antar pelajar, maraknya penyalahgunaan narkoba, kekerasan terhadap anak dan perempuan dan lain sebagainya,” pungkasnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :