EKSPOSKALTIM, Bontang- Bontang merupakan salah satu kota dikalimantan yang tergolong kaya akan hasil laut, seperti rumput laut yang mampu dihasilkan ratusan ton setiap bulannya dengan kualitas dan jenis yang beraneka ragam.
Sayangnya, para pengelola rumput laut di Bontang dinilai masih kurang kreatif dan inovatif. Pasalnya sebagai oleh-oleh khas olahan rumput laut, para petani pengelola ini hanya mampu mengolah rumput laut menjadi manisan dan dodol saja.
Padahal selain itu, beraneka ragam olahan mampu dihasilkan dari rumput laut ini seperti jelly drink, bakso rumput laut, krupuk, keragenan, serta masih banyak lainnya.
Hal ini tentunya tak sebanding dengan produksi rumput laut dalam setiap bulannya. Jika para pengelola hanya mampu menghasil dua jenis olahan rumput laut tersebut, maka diyakini nilai jual rumput laut ini akan menurun.
Salah satu pengolah rumput laut, Syarifah Syahrah mengatakan bahwa keterbatasan skill serta pengetahuan dalam mengolah rumput laut, menjadi alasan ia dan rekan-rekan pengolah yang lain hanya bisa membuat manisan dan dodol saja.
“Setiap warug penjual oleh-oleh khas Bontang Kuala, hanya menjual dodol dan manisan saja. Sudah 14 tahun saya berjualan disini,saya cuman bisa mengolah rumput laut menjadi manisan dan dodol saja dan itupun resep turun temurun dari nenek moyang di Bontang Kuala”. Kata Syarifah Syahrah yang juga pedagang oleh-oleh khas rumput laut, di jalan Kapten Piere Tendean, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Minggu (17/4/2016)
Syarifah berharap, suatu saat dirinya tak hanya bisa membuat dodol dan manisan saja, tetapi mampu membuat aneka ragam olahan rumput laut. Menurutnya, jika para pengolah rumput laut dapat membuat jenis yang lain pasti akan menarik para pelanggan.
“Namanya pedagang pasti ingin berkembang mas. Saya berharap sekali ada pelatihan untuk pengolahan rumput laut, agar yang kami buat untuk di jual tidak hanya itu-itu saja,” ungkapnya.

