EKSPOSKALTIM, Bontang, Staf humas dan pelayanan PT Bontang Migas dan Energi (BME) Kota Bontang Hoironi, mengungkapkan bahwa saat ini pelanggan jaringan gas (Jargas) yang terdapat di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Gunung Elai, Kelurahan Telihan dan Kelurahan Api-api mengalami penurunan. Pasalnya di akhir tahun 2015 lalu terdapat 5431 pelanggan, kini hanya tersisa 5035 pelanggan.
Menurutnya, penurunan pelanggan ini disebabkan karena adanya pencabutan jaringan, serta ada pula yang mengundurkan diri sebagai pelanggan.
“Total 391 pelanggan yang sudah tidak aktif lagi karena kami mencabutnya, karena pelanggan yang bersangkutan menunggak masalah pembayaran dan status rumah yang masih mengontrak. dan ada pula yang mengundurkan diri karena pindah atau pulang ke kampung halaman,” Ungkapnya saat ditemui di kantornya di jalan S Parman, Kelurahan Gunung Telihan, Kecamatan Bontang Barat, Selasa (12/4/2016).
Saat ditanya soal kendala yang mereka hadapi dilapangan, dia mengatakan, beberapa kendala atau masalah yang terjadi dilapangan seperti kebocoran dan kebuntuan pipa sering menjadi laporan masyarakat yang diterimanya. Penyebabnya, “pipa yang bocor tersebut akibat terkena penggalian saat pembangunan dan juga karena lumpur yang membuat tekanan berlebih pada pipa sehingga mengalami kebuntuan,” kata dia.
Menanggapi masalah tersebut, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan inovasi dan pelayanan terhadap pelanggan. Selain itu, kedepannya akan lebih memverifikasi para calon pelanggan terkait masalah status rumah yang masih kontrak. "Kami juga akan meningkatkan perawatan dengan mengerahkan beberapa personil untuk melakukan pantauan rutin jika terjadi kebocoran atau kebuntuan,” Ujarnya.
Roni juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak tertipu oleh tawaran pemasangan jaringan gas yang bukan dari pihak PT. Bontang Migas dan Energi. " Selalu ada oknum yang memanfaatkan hal seperti ini. Bukan hanya pada pemasangan jaringan gas, tapi untuk pemasangan pipa air dan pemasangan listrik juga sering terjadi," tutupnya.

