PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Lumbung Energi, Listrik Malah Padam: UMKM Balikpapan Makin Tekor

Home Berita Lumbung Energi, Listrik M ...

Di tengah antrean BBM, pemadaman listrik bergilir kembali membebani warga Balikpapan. Kerugian datang dari ikan-ikan yang mati, reezer rusak, hingga dagangan beku yang tak bisa dijual.


Lumbung Energi, Listrik Malah Padam: UMKM Balikpapan Makin Tekor
Pemilik kios ikan hias, Iwak-Koe, Somad, ditemui di kiosnya Jalan DI Panjaitan, Balikpapan Utara, Kamis (22/10/2026) tepat saat listrik sedang padam. Foto: Eksposkaltim/Erik

EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Balikpapan dalam beberapa hari terakhir mulai melumpuhkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelaku usaha kecil mengaku merugi hingga jutaan rupiah akibat ketiadaan pasokan listrik cadangan dan kerusakan peralatan elektronik.

Dampak pemadaman ini salah satunya dirasakan Rahmad Efendi alias Somad, pemilik kios ikan hias, Iwak-Koe, di kawasan Jalan DI Panjaitan, Balikpapan Utara.

Ia merasakan betul pemadaman listrik yang bergilir sudah berlangsung selama empat hari berturut-turut dengan durasi sekitar empat jam per hari.

"Bagi yang punya genset tentu tidak begitu terdampak, tapi kios kecil seperti saya kan tidak punya. Padahal pasokan listrik untuk menghidupkan aerator menyala terus 24 jam," ujar Somad, Kamis (22/10/2026).

Akibat suplai oksigen aerator terhenti saat listrik padam, empat ekor ikan koki milik Somad mati. Ia menaksir kerugian mencapai Rp500.000.

"Apalagi saat penjualan sepi seperti sekarang, Rp500.000 sangat berarti," keluhnya.

Mesin Pendingin Rusak

Keluhan serupa disampaikan Amalia Sabrina alias Amel, penjual makanan beku (frozen food).

Menurut Amel, tidak stabilnya aliran listrik saat pemadaman bergilir membuat mesin pendingin (freezer) miliknya rusak hingga menelan biaya servis sebesar Rp1 juta.

Tak hanya itu, beberapa bahan makanan beku seperti buah-buahan cair dan tidak layak jual saat pemadaman berlangsung malam hari. Total kerugian yang dialami Amel mencapai Rp2 juta.

Amel menyayangkan pemadaman listrik yang terus berulang di Kalimantan Timur, wilayah yang selama ini dikenal sebagai lumbung energi nasional berlimpah batu bara.

"Kita sebagai masyarakat heran, BBM antre, sekarang listrik juga sering padam. Kami berharap layanan PLN bisa segera kembali normal karena listrik ini kebutuhan vital," tutur Amel.

Penjelasan PLN

Pengumuman pemadaman listrik ini biasanya diumumkan lewat saluran WhatsApp resmi PLN.

Seperti pada kasus yang dialami Somad dan Amel, PLN mengonfirmasi bahwa penghentian sementara aliran listrik terpaksa dilakukan akibat adanya gangguan pada sejumlah sistem pembangkit yang berdampak pada sebagian wilayah kerja mereka.

Berdasarkan pengumuman resmi tersebut, pemadaman bergilir pada Kamis (22/10/2026) dijadwalkan berlangsung selama empat jam, mulai pukul 10.00 hingga 14.00 WITA.

Area yang terdampak mencakup Jalan Sumber Rejo, Joko Tole, Sungai Ampal, Jalan Teratai, Jalan D.I. Panjaitan, Senayan, Pasar Segar, Strat 1, Kampung Timur, Jalan Bubutan, Strat 2, Strat 3, Jalan Wonorejo, Jalan Gunung Steling, hingga sebagian Inpres IV.

"PLN terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat proses pemulihan gangguan dan meminimalkan dampak kepada pelanggan," tulis manajemen PLN ULP Balikpapan Utara dalam siaran resminya.

Selain menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat, PLN mengimbau seluruh pelanggan untuk berpartisipasi menjaga keandalan pasokan listrik dengan menghemat penggunaan daya, khususnya pada waktu beban puncak pukul 18.00–21.00 WITA.

Masyarakat diminta mematikan peralatan listrik yang tidak terpakai, mengatur suhu pendingin ruangan (AC) di atas 24°C, serta mengoptimalkan penggunaan peralatan hemat energi.

PLN juga mengingatkan bahwa penghentian sementara aliran listrik tersebut masih dapat mengalami perubahan jadwal, durasi, maupun pembatalan sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :