PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Telur Setengah Harga; Dari Rp100 Ribu Jadi Rp50 Ribu Sepiring, GPM Balikpapan Diserbu Warga

Home Berita Telur Setengah Harga; Dar ...

Harga pangan merangkak akibat kemarau panjang. Pemkot Balikpapan dan Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) 21-23 Oktober 2026 dengan potong rantai distribusi. Telur yang di pasar Rp100 ribu sepiring, di GPM hanya Rp50 ribu, MinyaKita Rp15.700.


Telur Setengah Harga; Dari Rp100 Ribu Jadi Rp50 Ribu Sepiring, GPM Balikpapan Diserbu Warga
Warga mengantre membeli beras, telur, dan minyak goreng murah pada Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemkot Balikpapan dan Bulog di Balikpapan, Rabu (21/10/2026). GPM berlangsung hingga 23 Oktober untuk menekan inflasi akibat musim kemarau. (Erik)

EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Pemkot Balikpapan bersama Perum Bulog Kanwil Kaltimtara menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 21-23 Oktober 2026 untuk menahan laju harga pangan yang naik akibat kemarau panjang.

Sekda Balikpapan Agus Budi Prasetyo mengatakan GPM memangkas rantai distribusi agar harga terjangkau.

"GPM ini untuk memangkas rantai distribusi dan melakukan stabilisasi harga di tengah kenaikan harga komoditas pangan," ujar Agus, Rabu (21/10/2026).

Kepala DKP3 Balikpapan Sri Wahjuningsih menyebut GPM melibatkan 19 tenant dari petani, peternak, hingga distributor lokal. Komoditas yang disorot adalah telur dan cabai yang melonjak karena cuaca kering.

Di Pasar Klandasan telur mencapai Rp100.000 per piring dan Pasar Pandan Sari Rp90.000. Di GPM telur dari peternak langsung hanya Rp50.000 per piring, cabai Rp80.000 per kg.

"Cabai dan telur lokal harganya relatif naik karena kemarau. Lewat GPM, telur kami jual langsung dari peternak Rp50.000 satu piring dan cabai Rp80.000 di tingkat petani," ujar Yuyun.

Diserbu Warga, Selisih Harga Signifikan

Warga memanfaatkan GPM untuk menekan pengeluaran. Aisyah, warga Gunung Pasir, mengaku terbantu.

"Saya beli beras, minyak, dan gula. Alhamdulillah bisa mengurangi pengeluaran karena semua bahan pokok sedang mahal. MinyaKita di pasar biasa Rp22.000, tapi di sini cuma Rp15.700. Beras premium juga dapat Rp77.000 dari biasanya Rp85.000," ungkapnya.

Asisten Manager Penjualan Pasar Umum Bulog Kaltimtara Azam Jamil menyebut beras dan minyak jadi paling diburu.

Bulog membawa 2 ton beras premium Sentra Ramos dan 2 ton BerasKita seharga Rp77.000 per 5 kg (Rp15.400/kg), serta 1,5 ton beras medium SPHP seharga Rp60.000 per 5 kg.

Untuk minyak dan gula, Bulog menyiapkan 600 liter MinyaKita sesuai HET Rp15.700/liter, 300 liter minyak Merah Putih Rp21.000/pouch, dan 300 kg gula ManisKita Rp17.500/kg.

"Keterlibatan Bulog dalam GPM ini merupakan upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus menjadi saluran distribusi langsung agar masyarakat mudah mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau," ujar Azam.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :