Dua kebakaran lahan terjadi di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, dalam rentang tiga hari
EKSPOSKALTIM, Penajam - Dua kebakaran lahan terjadi di Pemaluan, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, pada 18 dan 20 Oktober 2026. Salah satu kebakaran menghanguskan sekitar 6 hektare lahan, sedangkan kejadian lainnya membutuhkan waktu hingga 10 jam untuk dipadamkan karena titik api sulit dijangkau.
Kedua kebakaran berhasil dipadamkan tim gabungan. Namun, penyebab munculnya api di kedua lokasi tersebut hingga kini belum diketahui dan masih dalam penelusuran.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU, Muhammad Said, mengatakan kebakaran pertama terjadi di kawasan Embung EC 07, Kelurahan Pemaluan, pada Minggu (18/10).
Laporan diterima pada pukul 14.35 WITA. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 15.05 WITA.
“Operasi pemadaman berlangsung selama sepuluh jam hingga Senin pukul 01.00 WITA dini hari. Titik api yang sulit diakses menjadi kendala utama di lapangan,” kata Said di Penajam, Selasa (20/10).
Kebakaran berikutnya terjadi di RT 05, Kelurahan Pemaluan, pada Selasa (20/10) sore. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 6 hektare.
Laporan kejadian diterima pukul 17.54 WITA. Tim tiba di lokasi pada pukul 18.31 WITA dan melakukan pemadaman selama hampir tujuh jam hingga api berhasil dikendalikan.
“Kedua titik tersebut berhasil dipadamkan dan dilakukan pendinginan. Tidak ada korban jiwa maupun laporan kerugian material signifikan. Namun penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui dan masih dalam penelusuran,” ujar Said.
Penanganan kedua kejadian melibatkan personel Posko Sepaku dan Posko Maridan. Tim mendapat dukungan dari Damkar dan Trantibum Otorita IKN, Polresta IKN, Babinsa, Masyarakat Peduli Api (MPA) Pemaluan, pihak proyek pembangunan, serta masyarakat setempat.
Risiko di Tengah Kondisi Kering
Dua kejadian tersebut menjadi perhatian di tengah musim kemarau panjang dan kondisi lahan yang kering. Pemerintah Kabupaten PPU mengingatkan bahwa kondisi cuaca panas dapat mempercepat penyebaran api dan menyulitkan upaya pemadaman.
Said mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, termasuk untuk keperluan yang dianggap kecil. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan di area terbuka serta segera melapor jika menemukan asap atau api.
“Cuaca panas dan kering seperti sekarang berpotensi memperbesar risiko kebakaran lahan secara cepat, maka kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, sekecil apa pun tujuannya,” ujarnya.
Pemkab PPU turut meminta perusahaan dan pengelola proyek pembangunan di wilayah tersebut aktif melakukan patroli serta pencegahan kebakaran. Kawasan perkebunan dan hutan dinilai memerlukan pengawasan untuk mengurangi risiko munculnya titik api.
Selain berpotensi meluas, karhutla dapat merusak ekosistem dan memicu gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Meski dua kebakaran di Pemaluan telah dipadamkan, penyebabnya masih menjadi pertanyaan. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai sumber api maupun pihak yang mengelola lahan di kedua titik tersebut. (ant)



