EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Video singkat berdurasi 1 menit 25 detik yang diunggah Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di media sosial untuk merespons aksi demonstrasi pada 21 April 2026 (Aksi 214), memicu kritik tajam.
Alih-alih meredam suasana, pernyataan tersebut justru dikritik oleh Anggota DPRD Kaltim asal Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan, Nurhadi Saputra.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadi dan milik Pemprov Kaltim, Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasinya kepada massa aksi. Ia menyebut demonstrasi yang diikuti ribuan orang tersebut sebagai gerakan yang "berkelas" dan berterima kasih karena situasi tetap terkendali.
Namun, sikap Gubernur tersebut dianggap tidak peka oleh Nurhadi Saputra. Melalui unggahan di cerita Instagram miliknya, politikus PPP ini mempertanyakan mengapa tidak ada satu pun kata maaf yang meluncur dari lisan orang nomor satu di Bumi Etam tersebut.
"Terima kasih????? Saya tidak tahu pak circle bapak itu siapa, konsultan komunikasinya siapa. Kenapa kok tidak ada permintaan maaf? Bapak kemarin ada di kantor terus ada pedemo kenapa tidak keluar? Itu warga Kaltim pak, warga yang bapak pimpin!" Nurhadi.
Nurhadi juga menyentil klaim kondusifitas yang disampaikan Gubernur. Menurutnya, realita di lapangan sempat memanas, sehingga pernyataan Gubernur dalam video tersebut dianggap tidak selaras dengan kondisi di luar pagar kegubernuran.
"Di luar itu sempat rusuh loh pak, masa bapak bilang kondusif. Video 1,25 menit sekalipun tidak ada permintaan maaf. Berat betul kah bahasa maaf itu pak? Tolong, terima kasih, dan maaf itu kata sakti yang sederhana loh pak, tapi bapak kok gak bisa," sindirnya.
Isi Pernyataan Gubernur Rudy Mas’ud
Di sisi lain, dalam video yang menjadi objek kritik tersebut, Rudy Mas’ud menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa, elemen masyarakat, hingga aparat TNI-Polri. Ia berharap masyarakat terus menjadi mata dan telinga bagi pemerintah dalam melakukan evaluasi kinerja.
"Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, dan seluruh lapisan bisa menjadi mata dan telinga kami dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja Pemprov Kaltim. Dalam melaksanakan kontrol sosial serta evaluasi menyeluruh, pastinya di tangan kalianlah masa depan Kaltim akhirnya akan ditentukan takdirnya," ujar Rudy dalam potongan video tersebut.
Gubernur juga memuji masukan dari para demonstran sebagai sesuatu yang berharga. "Sekali lagi, terima kasih atas masukan dari adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, dan seluruh elemen yang tetap menjadi kontrol sosial. Masukan hari ini sangat berarti dan sangat berkelas," pungkasnya dalam rekaman video tersebut.
Respons Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud tersebut menanggapi aksi demonstrasi 21 April yang sempat berjalan memanas dan dibubarkan aparat menggunakan water cannon setelah gagal bertemu dengan pimpinan daerah. Demonstran mendesak DPRD menggunakan hak angket dan menyoroti kebijakan pemborosan anggaran serta dugaan nepotisme. Di tengah aksi, dugaan intimidasi terhadap jurnalis, termasuk perampasan alat kerja dan penghapusan data liputan juga jadi sorotan.



