PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

946 Keluarga di Kaltara Akhirnya Punya Listrik Sendiri

Home Berita 946 Keluarga Di Kaltara A ...

Tak lagi menumpang dan hidup dalam keterbatasan, 946 keluarga prasejahtera di Kalimantan Utara kini menikmati sambungan listrik gratis dari PLN melalui Program BPBL sepanjang 2025.


946 Keluarga di Kaltara Akhirnya Punya Listrik Sendiri
ILUSTRASI PLN via CNBC

EKSPOSKALTIM, Samarinda - PLN menyambungkan listrik gratis bagi 946 keluarga prasejahtera di Kalimantan Utara sepanjang 2025 melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Program ini dijalankan atas amanah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Warga yang sebelumnya menumpang listrik kini memiliki sambungan mandiri secara gratis, aman, dan sesuai standar.

“Program ini memungkinkan masyarakat memiliki sambungan listrik sendiri dengan instalasi yang layak dan berkelanjutan,” kata General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, di Balikpapan, Kamis (18/12).

Penerima manfaat tersebar di tiga daerah. Kabupaten Bulungan sebanyak 454 keluarga. Kota Tarakan 148 keluarga. Kabupaten Nunukan 344 keluarga. Khusus Desember 2025, penyambungan dilakukan kepada 22 keluarga.

Chaliq menegaskan BPBL menjadi wujud kehadiran negara bagi masyarakat prasejahtera. PLN memastikan seluruh sambungan terpasang dengan aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

 

Manager PLN UP3 Kaltara, Dody Suhendra, menambahkan setiap instalasi dipasang sesuai ketentuan keselamatan ketenagalistrikan. Hal ini dilakukan agar listrik benar-benar aman digunakan warga.

Program BPBL juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan energi berkeadilan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Akses listrik diharapkan mendorong peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Selain berdampak langsung bagi warga, penyambungan listrik di wilayah perbatasan turut memperkuat kehadiran negara di kawasan yang berbatasan dengan Malaysia. Akses energi dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan rasa aman masyarakat.

“Secara nasional, BPBL merupakan bagian dari target pemerintah memperluas rasio elektrifikasi hingga mendekati 100 persen. Kalimantan Utara menjadi prioritas karena wilayahnya terpencil dan berbatasan langsung dengan negara tetangga,” kata Dody.

Salah satu penerima manfaat, Mulyati, warga Desa Tanah Kuning, mengaku kini lebih tenang. Selama ini ia dan keluarganya menumpang listrik dari tetangga.

“Sekarang rumah sudah punya listrik sendiri. Anak-anak jadi lebih nyaman belajar,” ujarnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :