PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Diduga Dieksploitasi, Anak Pilih Bekerja ketimbang Sekolah: Bontang Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Home Berita Diduga Dieksploitasi, Ana ...

Diduga Dieksploitasi, Anak Pilih Bekerja ketimbang Sekolah: Bontang Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
ILUSTRASI eksploitasi anak di Bontang. Foto: Portal Bontang

Bontang, EKSPOSKALTIM – Dugaan eksploitasi terhadap anak di bawah umur di Kota Bontang memicu perhatian banyak pihak. Ada seorang anak yang enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP dan memilih untuk bekerja demi mendapatkan penghasilan.

Menanggapi hal ini, Kepala Satpol PP Bontang, Ahmad Yani, menyatakan telah digelar rapat koordinasi pada Rabu pagi (9/7) bersama para lurah, camat se-Kota Bontang, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB).

Dalam rapat tersebut, Satpol PP menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam pengawasan dan pendampingan anak, baik saat patroli siang maupun malam.

“Kami siap berkolaborasi. Tapi saat menemukan anak-anak di luar rumah, pertanyaannya, mau dibawa ke mana? Itu yang kami bahas tadi,” kata Ahmad Yani kepada EKSPOSKALTIM.

Dari pihak DP3AKB, Kepala Eddy Forestwanto melalui Plt Kabid Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak, Trully Tisna Milasari, menyebut pembahasan utama masih fokus pada program jam belajar 19/21. Namun, isu dugaan eksploitasi anak juga mulai disinggung dan akan dibahas lebih mendalam.

“Nanti menunggu arahan dari Pak Kadis. Dalam minggu ini rencananya akan ada rapat khusus untuk membahas hal tersebut. Mohon sabar menunggu,” ucap Trully.

Ahmad Yani menambahkan pada Jumat mendatang akan digelar pertemuan teknis di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk memperjelas mekanisme penjaringan dan penanganan anak.

“Anak-anak tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada pendampingan. Kita juga harus gali akar masalahnya: kenapa anak ini meninggalkan rumah? Kenapa sampai bekerja dan dipekerjakan?” tegasnya.

Menurutnya, penanganan anak di bawah umur yang terlibat dalam aktivitas kerja merupakan tanggung jawab utama DP3AKB, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Kalau ditemukan anak di luar, maka diserahkan ke DP3AKB. Sama seperti saat kami mengamankan pengamen, kami serahkan ke Dinas Sosial,” jelasnya.

Ahmad Yani juga menyoroti pentingnya peran orang tua dan dukungan ekonomi keluarga. Ia menyarankan agar program bantuan permodalan tanpa bunga dari Wali Kota Bontang dapat dioptimalkan sebagai solusi jangka panjang.

“Pendampingan orang tua itu krusial. Kalau secara ekonomi mereka terbantu, anak-anak pun tak perlu turun ke jalan,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%100%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :