EKSPOSKALTIM, Samarinda - Perambahan aktivitas tambang batu bara di hutan konservasi Universitas Mulawarman (Unmul) menuai atensi Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.
"Kami juga terus koordinasi dengan Polda Kaltim. Saat penyidikan dimulai, kami akan didampingi Polda sebelum berkas diserahkan ke kejaksaan," tegas Kepala Balai Gakkum, David Muhammad.
Ia memastikan proses penyelidikan dilakukan secara cermat dan terbuka. “Jika sudah naik ke tahap penyidikan, akan kami rilis resmi ke publik,” ujarnya.
Hutan Pendidikan Universitas Mulawarman di Lempake, Samarinda, dirambah penambang batu bara sejak awal April 2025. Sekitar 3 hektare dari total 300 hektare Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) itu dibuka secara ilegal.
Pihak Unmul sudah melaporkan kasus ini ke Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan. Tim Kemenhut langsung menindaklanjuti laporan tersebut meski saat tiba di lokasi tidak ditemukan aktivitas perambahan.
“Kami tetap lanjutkan penyelidikan. Bukti, petunjuk, dan saksi sedang kami kumpulkan. Kami juga menelusuri alat berat yang diduga digunakan dalam perambahan,” kata David.
Bukti visual dari pihak Unmul seperti foto, video, dan rekaman drone turut menjadi bahan analisis penyidik. Salah satu pihak yang diperiksa adalah koperasi KSU PUMMA yang diduga terlibat. Namun, proses pemeriksaan belum optimal karena ketua koperasi sedang sakit. Pemeriksaan sementara diwakili oleh humas dan pengelola alat berat.
Pihaknya juga sudah meninjau sejumlah perusahaan tambang di sekitar lokasi dan meminta keterangan dari berbagai instansi, termasuk Dinas ESDM, BPKH, Inspektur Tambang, serta warga setempat dan Ketua RT.
Kasus ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Dirjen Gakkum. Bahkan Gakkum sudah berkoordinasi dengan Polda Kaltim untuk pendampingan proses hukum.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yuliyanto menyebut kepolisian telah memeriksa empat orang, namun belum masuk tahap penyidikan karena laporan resmi dari pihak Unmul belum dibuat. “Minggu ini kami jadwalkan pertemuan dengan Unmul agar kasus ini segera terang,” ucapnya.

