PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

KASIHAN, ANAK KORBAN KECELAKAAN MAUT TERUS MENCARI ORANG TUA DAN KAKAKNYA

Home Berita Kasihan, Anak Korban Kece ...

KASIHAN, ANAK KORBAN KECELAKAAN MAUT TERUS MENCARI ORANG TUA DAN KAKAKNYA
Mbah Kimah mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipi. (Eksposkaltim/Ismail)

EKSPOSKALTIM, Bontang – Kecelakaan yang merengut nyawa KR beserta istri dan anak sulungnya, membuat keluarga yang ditinggalkan terkejut, tak terkecuali dengan mbah kimah ibunda korban KR.

Sehari sebelum peristiwa tragis itu terjadi, tepatnya Minggu 24 Juli 2016, rekan korban yang bernama Sabari sempat berpapasan dengan almarhum. KR memang kerap menyapanya saat bertemu. Namun, untuk pertama kalinya ia melihat KR melambaikan tangannya.

“Saya tidak punya firasat apa – apa. Padahal berangkatnya itu ya saya tau, karena mau membersihkan pohon rambutan di bawah sambiran dekat rumahnya, karena memang kegiatan sehari – harinya ya itu,” kata Mbah Kimah saat ditemui Eksposkaltim di kediamannya, jalan Brigjen Katamso RT. 44 kelurahan Belimbing, Bontang Utara, Rabu (27/7).

Sepanjang perjalanan, Mbah Kimah tidak pernah merasakan hal ganjil atas kepergian anaknya tersebut. Yang merasakan keganjilan hanya Sabari rekan almarhum. Karena untuk kedua kalinya, KR kembali melambaikan tangan padanya pada hari kejadian tersebut.

“Kata adiknya begini kepada saya waktu almarhum mau pergi, “tumben cak nojalan kesini bolak balik terus, habis pamit pulang, kembali lagi kerumah”, begitu terus sebanyak 3 kali,” ujarnya  

Lebih lanjut Mbah Kimah bercerita, sikap aneh almarhum membuat sang adik bertanya dalam hati, ”kenapa ini? gak biasanya kayak gini?”. Karena tak memiliki perasaan apa – apa, makanya adik almarhum diam saja.

“Kalau saya sama sekali tidak punya perasaan, atau firasat sama sekali. Mana yang mau kena musibah, mana yang tidak, gak ada sama sekali ” celetuknya

Cuman yang membuat hati Ibu KR ini mengganjal sampai saat ini, kebiasaannya yang selalu melarang sang anak ketika hendak pergi, itu tak dilakukannya saat KR hendak berangkat beberapa saat sebelum kejadian tersebut.

“Biasanya kalau dia mau kemana – mana itu selalu saya larang. Tapi kenapa pas kejadian itu kok, saya gk ingat anak itu mau kemana,” ungkapnya

Sekarang keluarga hanya bisa pasrah, dan mengihklaskan kepergian almarhum bersama istri dan anaknya. Keluarga akan berusaha sebaik mungkin, untuk merawat satu-satunya anak almarhum yang selamat dalam pristiwa nahas tersebut.

“Saya yang tidak kuat itu, melihat cucu saya yang perempuan (anak KR yang selamat. red). Hari – harinya itu kan sebelum berangkat sekolah, selalu ke sini nyambangi saya. Terlebih lagi, anak itu memang lengket dengan ayahnya (KR). Kemana – mana, selalu di gendong dengan ayahnya,” pungkasnya

Melihat kedekatan cucunya itu dengan ayahnya, Mbah Kimah tanpa sadar pun menitikan air mata. Dan yang paling memilukan, kata Mbah Kimah,  saat cucunya tersebut menagis menanyakan keberadaan ayah ibu dan juga kakaknya.

“Ya... saya hanya bisa jawab, ayah lagi jemput kakak sama ibu. Kamu di rumah saja sama mbah.” Tandas Mbah Kimah sembari meneteskan air mata.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :