EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pj gubernur Akmal Malik berjanji memperjuangkan status ASN bagi semua guru honorer di Kalimantan Timur (Kaltim).
"Saya mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk meng-ASN-kan guru-guru dan makin lama makin naik jumlahnya," ujar Akmal, Minggu (16/2) dikutip dari Antara.
Akmal Malik menilai peran guru sangat penting dan menentukan masa depan daerah. Oleh karena itu, kesejahteraan dan kejelasan karirnya patut diperjuangkan.
Guru, kata dia, dalam metodologi Jawa adalah orang yang paling tinggi derajatnya, guru menjadi penentu keberhasilan.
"Masa depan daerah ini tergantung dari guru," tuturnya.
Akmal menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.
Ia berharap dengan menjadi ASN, para guru dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya untuk mencerdaskan generasi muda Kaltim.
"Pemerintah daerah tidak mendorong guru menjadi ASN itu keterlaluan," tegasnya.
Akmal Malik juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh guru di Kaltim atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam mendidik anak-anak bangsa.
Ia berharap para guru dapat terus semangat dalam menjalankan tugasnya dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan pendidikan di Kaltim.
Akmal menegaskan peran penting guru dan tenaga kependidikan dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam mencetak generasi unggul.
"Saya merasa bangga dan berbahagia bisa bertatap muka langsung dengan para ASN tenaga pendidik. Saya lebih suka menyebutnya ASN bukan PPPK. Karena PPPK itu adalah ASN," tegasnya.
Seribu Guru Bakal ASN
Akmal Malik merasakan betapa tidak enaknya kalau status itu digantung dan sangat menyakitkan. Maka ia meminta dan mengajukan 9.456 dengan berbagai formasi yaitu CPNS 261 orang, Tenaga Guru 2.649 orang, Tenaga Kesehatan 1.255 orang dan Tenaga Teknis 5.291 orang.
Akmal pun bersyukur 9.456 sudah ada kuotanya dan sudah disetujui. Untuk tenaga guru dari 2.649 orang dan terpenuhi 1.400 orang.
"Masih ada seribu lebih yang belum, dan diharapkan bisa terpenuhi pada tahap kedua seleksi PPPK, khususnya untuk tenaga guru nanti," paparnya.

