EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wakil Wali Kota Bontang Najirah, menghadiri sekaligus membuka bimbingan teknis optimalisasi ketersediaan, stabilitas, kerawanan, keamanan dan penganekaragaman konsumsi pangan bagi masyarakat.
Acara yang diikuti masyarakat lintas sektor itu, diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Kota Bontang, di Ballroom Hotel Bintang Sintuk, Selasa (9/8/2022).
Wawali Najirah mengemukakan bahwa ketahanan pangan dan gizi adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan dan gizi bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, memenuhi kecukupan gizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama.
Menurutnya ketahanan pangan akan mudah terwujud, apabila antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota serta masyarakat bersama-sama berkomitmen, konsisten dan bersinergi untuk mewujudkannya.
"Penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan," ucap Najirah.
Najirah mendukung realisasi ketahanan pangan, apalagi disaat kondisi seperti sekarang ini, dimana negara di dunia dihadapkan pada krisis global (energi, pangan dan keuangan) akibat berbagai hal, mulai dari perubahan iklim, pandemi Covid-19, serta perang Ukraina dan Rusia.
Krisis pangan ini akan semakin bertambah, lanjut dia, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk yang berimplikasi pada kebutuhan pangan, namun tidak diimbangi dengan kemampuan peningkatan produksi dan ketersediaan pangan, terutama di wilayah perkotaan seperti Kota Bontang ini.
"Kita sebagai pemerintah, stakeholder dan masyarakat sudah seharusnya melakukan antisipasi – antisipasi terhadap ancaman krisis pangan ini," jelasnya.
Salah satu bentuk antisipasi guna menghindari kirisi pangan, yaitu dengan meningkatkan produksi pangan secara besar – besaran, dan harus disesuaikan dengan karakter daerah masing – masing.
"Pastikan offtaker yang akan menampung hasil produksi tersebut. Harus ada perencanaan (grand plan) yang baik hingga tahap pendistribusian komoditas pangan, sehingga stok tidak menumpuk dan kualitasnya tidak menurun," tuturnya.
Dengan adanya bimtek ini ini, Najirah berharap masyarakat dan pelaku usaha bisa lebih sadar akan pentingnya peran serta masing – masing dalam meningkatkan ketahanan pangan di Kota Bontang. Sehingga diharapkan dengan kerjasama semua pihak, maka ketahanan pangan di Kota Bontang akan menjadi lebih baik nantinya.
"Menjaga ketahanan pangan harus melibatkan seluruh lini mulai dari pemerintah, instansi non pemerintah, industri, pelaku usaha, serta seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali," ujarnya.
Najirah menyebut, berkat kesadaran masyarakat dan stekholder dalam membantu meningkatkan ketahanan pangan Kota Bontang, pemerintah meraih penghargaan dari Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, sebagai terbaik ke-2 kategori ketahanan pangan se Kaltim.
Selain itu, Bontang kembali mendapatkan penghargaan sebagai anggota baru milan urban food policy pact (MUFPP) yaitu organisasi internasional yang focus bergerak dalam sistem pangan perkotaan yang berkelanjutan. Pada tahun 2022 ini, Kota Bontang resmi bergabung dalam MUFPP bersama 215 kota lain di seluruh dunia.
"Semoga kerjasama antara pemerintah serta semua pihak disini dapat terus bersinergi dengan baik, saling mendukung, demi terwujudnya ketahanan pangan Kota Bontang agar menjadi lebih hebat dan beradab," tandasnya. (adv)

