19 Januari 2021
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Opini : Euthanasia Dalam Perspektif HAM dan Hukum Islam


Opini : Euthanasia Dalam Perspektif HAM dan Hukum Islam
Muhammad Aswin Fadillah (Mahasiswi IAIN Samarinda)

EKSPOSKALTIM.COM - Mungkin kita masih asing dengan kata Euthanasia ini. Euthanasia merupakan tindakan dokter secara sadar untuk mengakhiri hidup seseorang yang menderita secara fisik tanpa rasa sakit. Tidak semua orang bisa melakukan praktik ini. Euthanasia hanya untuk pasien yang sakit parah dan hampir tidak memiliki kesempatan hidup lagi.

Istilah euthanasia memang masih asing di Indonesia, karena peristiwa tersebut sangat jarang terjadi. Akan tetapi di negara-negara maju seperti Amerika,Austria,Belanda dan negara Eropa lainnya, masalah euthanasia telah lama dikenal dan bahkan telah ada Undang-Undang yang melegalisasikannya. Undang-undang ini memberikan landasan hukum bagi para dokter atau pihak lain untku melakukan euthanasia.

Euthanasia memliki beberapa macam, terdapat 5 macam Euthanasia. Pertama, Euthanasia volunter yaitu ketika pasien tersebut yang meminta untuk mengakhiri hidupnya dengan alasan medis yang kuat. Kemudian Euthanasia non-volunter yang dilakukan ketika pasien sudah tidak mampu untuk membuat pilihan antara hidup dan mati sehingga orang terdekat yang memutuskannya. Ada juga Euthanasia involuntary yang terjadi saat pilihan yang dibuat bertolak belakang dengan keinginan pasien. Ini sering dianggap sebagai pembunuhan.

Baca Juga: Pjs Wali Kota Bontang Nilai Banyak ASN Tidak Netral Karena Tak Bijak Bermedsos

Keempat, Euthanasia aktif yang berarti mengakhiri hidup seseorang secara sadar dengan obat yang sudah ditentukan. Terakhir, Euthanasia pasif yaitu pembiaran yang dilakukan dokter agar pasien meninggal dengan sendirinya. Ini bisa dilakukan dengan mencopot alat medis, menghentikan infus, dan lainnya.

Euthanasia, baik aktif maupun pasif, dalam persfektif Hak Asasi Manusia merupakan sebuah usaha untuk menghilangkan hak hidup manusia. Asumsi ini didasari oleh hakikat euthanasia itu sendiri yang menghilangkan nyawa manusia dengan alasan merugikan orang lain, terutama keluarga. Dalam hal ini tidak ada jaminan atas perlindungan hak hidup seseorang. Sehingga  usaha menghilangkan nyawanya menjadi tidak benar.

Sementara naluri manusiawi setiap orang adalah mempertahankan kehidupan dengan berbagai cara. Euthanasia dalam pandangan Hak Asasi Manusia termasuk dalam katagori pelanggaran HAM biasa dan dikenakan pasal 344 KUHP “Barangsiapa yang merampas jiwa orang lain atas permintaan yang sungguh-sungguh dan meyakinkan dari orang lain itu, diancam dengan pidana penjara maksimum dua belas tahun”.

Euthanasia dalam pandangan hukum islam merupakan perbuatan melanggar hukum dan masuk dalam katagori pembunuhan. Islam melarang pembunuhan terhadap diri sendiri baik dilakukan sendiri maupun dengan bantuan orang lain, karena hak untuk menghidupkan hanyakan milik Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Isyara ayat 33:

Wa la taqtulun-nafsallati ?arramallahu illa bil-?aqq, wa mang qutila mazluman fa qad ja'alna liwaliyyihi sul?anan fa la yusrif fil-qatl, innah? kana mansura

Artinya : Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barangsiapa dibunuh secara zalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.

Lihat Juga: VIDEO : Hari Pertama, Peserta Antusias Ikuti Pelatihan Fotografi

Ayat ini memberikan petunjuk tentang makna kehidupan bagi manusia sebagai hak yang diberikan Allah, perbuatan membunuh jiwa manusia sangat diharamkan, demikian juga dengan pembunuhan tidak boleh dilakukan dengan semena-mena terhadap jiwa manusia yang boleh dibunuh. Ada batasan-batasan yang tidak boleh dilanggar dalam proses pembunuhan, antara lain dalam hukuman mati untuk pelaku tindak pidana pembunuhan.

Persamaan hukum antara hukum Islam dan Hak Asasi Manusia adalah euthanasia dipandang sebagai perbuatan melanggar hukum yaitu menghilangkan nyawa atau kehidupan manusia. Dan perbuatan ini dikenai hukuman yang telah ditentukan.

Perbedaan hukum antara hukum Islam dan Hak Asasi Manusia adalah hukum Islam memandang euthanasia adalah pembunuhan dan dikenakan hukum qishash, sedangkan dalam doktrin Hak Asasi Manusia ini merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia biasa yang dikenakan pasal 344 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang diancam dengan hukuman penjara dua belas tahun.

Penulis: Muhammad Aswin Fadillah (Mahasiswi IAIN Samarinda)

Artikel di atas menjadi tanggung jawab penulis, bukan redaksi EKSPOSKaltim.com

Reporter :     Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0