28 Oktober 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pendataan Penduduk, BPS Bontang Terjunkan 89 Petugas


Pendataan Penduduk, BPS Bontang Terjunkan 89 Petugas
Salah seorang warga memberikan data kepada petugas BPS Bontang. (ist)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Belakangan ini, masyarakat Bontang disibukkan dengan melakukan pengisian data kependudukan. Pengisian itu dibagikan Badan Pusat Statistik di setiap RT di seluruh kelurahan di Bontang. Petugas itu menggunakan rompi sebagai tanda pengenal untuk meminta data kependudukan dari rumah ke rumah.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Bontang, Srie Sis Sugianto mengaku saat ini pihaknya melakukan pendataan Sensus Penduduk (SP) 2020 secara door to door. Mulai 1-30 September 2020, dengan menerjunkan 89 petugas di seluruh kelurahan di Bontang.

Baca juga: Kurap Muncul di Alat Kelamin? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

“Seorang petugas mengerjakan sekitar 6-7 RT, Mas,” ungkapnya saat dihubungi melalui aplikasi Whatsapp, Rabu (16/9/2020).

SP 2020 merupakan pengumpulan data  yang menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 Tentang Statistik. Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperoleh karakteristik suatu populasi pada saat tertentu.

“Kenali petugas sensus dari tanda pengenal berupa rompi, memakai alat APD dan surat tugas resmi dari BPS,” sebutnya.

Dalam melakukan sensus, kata Srie Sis Sugianto para petugas tidak meminta sumbangan, tidak meminta bayaran, tidak menawarkan barang dan tidak meminta data-data rahasia seperti nomer rekening, PIN, dan sebagainya. Dia pun meminta kepada masyarakat membantu memberikan jawaban yang diperlukan. Mengingat  kegiatan ini dilakukan sekali dalam 10 tahun.

Baca juga: Sambut HKAN 2020, Wali Kota Neni Ajak Masyarakat Jaga Keseimbangan Alam

“Jawaban yang bapak ibu berikan sangat berguna bagi pemerintah untuk kemaslahatan pembangunan bangsa,” imbuhnya.

Terkait capaian pengumpulan data hingga 16 September, pihaknya belum bisa merincikan progres pengumpulan data yang dilakukan petugas selama pengambilan data kepada masyarakat.

“Belum bisa dilihat presentasenya. Petugas kami masih di lapangan,” pungkasnya.

Reporter : Hermawan    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0