EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Pemberian paket data kepada pelajar tingkat SD dan SMP se-Kota Bontang mulai dikucurkan (1/9/2020) kemarin. Kucuran paket itu senilai 8 gigabyte (GB) dari Pemkot Bontang. Meski sudah diberikan, masih terdapat masalah dalam penggunaan tersebut.
Pasalnya, dari 8 GB itu hanya diperuntukkan untuk aplikasi CloudX saja. Tidak bisa dipakai untuk akses internet lainnya. Mulai whatsapp, media sosial hingga tiktok yang viral saat ini.
Baca juga: Camat Bontang Utara Imbau Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan
Salah satu orangtua siswa di SD negeri, Amir mengaku sudah menerima paket data 8 GB di nomor provider Telkomselnya. Tapi, paket itu tak bisa digunakan sebagian orangtua siswa.
“Memang paketnya sudah dibagikan. Tapi gak bisa dipakai. Kebanyakan enggak paham. Orangtua kira paket datanya semua bisa akses google atau zoom. Jadi pada ngeluh,” kata Amir, Rabu (2/9) siang.
Amir pun memaklumi. Sejatinya, tidak semua orangtua siswa paham jika paket data itu hanya bisa dipergunakan untuk CloudX saja. Tidak untuk aplikasi lain.
“Jadi harus download aplikasi CloudX dulu baru bisa digunakan datanya. Dan harusnya guru mengarahkan,” sebut Amir
Senada dengan itu, orang tua siswa lainnya, Yulvita mengaku hanya bisa mengoperasikan aplikasi whatsapp dan facebook saja. Sehingga, ketika menerima paket data dari Pemkot Bontang, dirinya menganggap paket data tak bisa digunakan untuk aplikasi yang biasa digunakan.
“Jadi terpaksa saya enggak pakai paket data 8 giga dari pemkot. Karena Enggak bisa dipakai buat WA atau Zoom,” jelas perempuan yang seharinya bekerja sebagai rumah tangga ini
Meski begitu, Yulvita bilang dinas terkait wajib memberikan informasi dan penjelasan soal paket data itu. Apalagi sampai hari ini, guru pembimbing anaknya tak pernah menjelaskan detail soal peruntukan paket data yang hanya bisa dipakai di aplikasi CloudX saja.
“Kami orangtua juga bingung. Karena dari sekolah gak ngarahin, Mas,” sebutnya sambil memperlihatkan paket data yang diberikan.
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabiddikdas) Disdik Bontang, Saparuddin, menjelaskan paket data ini dapat digunakan per 1 September 2020. Paket tersebut hanya khusus digunakan untuk kegiatan pembelajaran virtual melalui aplikasi CloudX.
“Tidak dapat digunakan untuk mengakses media sosial maupun pun aplikasi lainnya,”sebutnya melalui via Telpon.
Saparuddin menambahkan, untuk teknis pelaksanaannya di serahkan ke pihak Telkomsel. Pembagian paket data 8 giga itu alurnya, pihak Telkomsel mendistribusikan paket data tersebut kepada tiap sekolah. Jumlah disesuaikan total siswa di sekolah itu.
Misalnya, satu sekolah memiliki 3.100 siswa. Nanti Telkomsel langsung mentransfer paket data 8 GB x 3.100 siswa.
Baca juga: Meski Pandemi, Kelurahan Gunung Elai Tetap Beri Pelayanan Terbaik
“Pihak sekolah nantinya mentransfer paket data itu ke tiap siswa bernomor provider Telkomsel. Paket itu hanya bisa dipakai untuk mengakses CloudX saja,” ungkapnya.
Sapar (sapaannya) berujar, untuk teknisnya memang sudah mempercayakan pihak Telkomsel. Pihaknya langsung memberikan wewenang untuk mengajarkan dan menjelaskan teknis pemakaian data 8 gigabyte itu.
Bahkan, tiap kepala sekolah sudah masuk dalam grup khusus yang dibuat Telkomsel untuk teknis penggunaan dan distribusi paket 8 giga tersebut.
“Semua sudah diberitahukan untuk teknisnya. Sehingga saya pikir tugas kepala sekolah dan guru memberikan penjelasan kepada orangtua siswa. Dan Telkomsel juga wajib mengedukasi agar orangtua bisa paham soal penggunaan CloudX itu,” tandasnya. (adv)

