25 Oktober 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Opini: Tantangan Pembelajaran Berbasis Daring


Opini: Tantangan Pembelajaran Berbasis Daring
Syainal (Guru PPKn SMKN 4 Berau). (ist)

EKSPOSKALTIM.com - Pandemi virus corona atau COVID-19 yang tengah melanda saat ini telah berdampak pada berbagai sektor kehidupan kita, tak terkecuali bagi dunia pendidikan. Diterapkannya social dan psical distincing oleh pemerintah sebagai upaya menghentikan meluasnya wabah COVID-19 ini telah berdampak pada ditiadakannya pembelajaran tata muka langsung dikelas, dan digantikan dengan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran berbasis daring. kebijkan ini berlaku pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi.

Pembelajaran berbasis daring sepertinya bukanlah hal yang sulit utamanya diera kemjuan teknologi dan informasi seperti sekarang ini, dimana hampir semua guru dan siswa telah memiliki smart phone (telephon pintar) ataupun perangkat untuk mengakses pembelajaran berbasis daring ini. Ada banyak pilihan aplikasi pembelajaran daring yang biasa digunakan seperti zoom, google classroom dll. pengoprasikannya pun tidak lah sulit sebab hampir sama saja dengan aplikasi yang umumnya kita gunakan dalam keseharian kita.

Namun realitas dilapangan tak semudah yang kita bayangkan, ada sebuah tantangan yang dihadapi guru dan siswa. Tantangan tersebut bukan pada ketidak mampuan menggunakan aplikasis pembeljaran daring tetapi lebih pada ketidak tersediaan akses internet yang memadai. Belum meratanya ketersediaan jaringan internet yang memadai diseluruh daerah menjadi tantangan tersendiri dalam melaksanakan pembelajaran daring, khususnya bagi kami guru dan siswa di daerah pelosok. Dengan kondisi ini tak banyak pilihan bagi kami dalam memilih aplikasi pembelajaran daring yang bisa kami gunakan, praktis kami hanya bisa menggunakan aplikasi whatsapp karena tetap bisa diakses meskipun jaringan internet tidak lancar. Meskipun ketersediaan fiturnya tidak semutahir aplikasi pembelajaran daring namun kami tetap berupaya agar pembelajarn daring ini bisa berjalan maksimal dengan meluangkan waktu lebih, dimana siwa tetap dapat berkomunikasi tentang pembelajaran pasca pembelajaran daring berlangsung.

"Telah memilih menjadi abdi maka mengabdilah" kutipan tersebut nampaknya tepat sebagai bahan perenungan bagi kawan-kawan guru dalam memaknai kondisi saat ini. Tantangan berupa meluangkan waktu lebih dalam pembelajaran dari biasanya haruslah dimaknai sebagai bentuk dedikasi dalam pengabdian dalam upaya melaksanakan amanah konstitusi negara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru haruslah menjadi insan penggerak, bergerak menggerakkan terlebih dalam kondisi seperti sekarang ini.

Bagaimana peran pemerintah...

Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada kemajuan sistem pendidikannya, bukan saja soal pendidik ataupun kurikulum tetapi juga soal sarana dan prasarana. Tentu bagi pemetinta hal ini harus menjadi salah satu prioritas, utamanya soal akses internet yang memadai diseluruh daerah, selain sebagai upaya memajukan pendiidkan diera serba online sekarang ini juga sebagai langkah antisipasi kondisi tertentu yang mana tidak memungkinkannya pembelajaran tatap muka langsung dikelas.

Selain bahwa fenomena pembelajaran daring sedang booming sekarang juga realitas bahwa segala hal yang berkaitan dengan sekolah (DAPODIK) misal juga sudah berbasis online, belum lagi informasi dari dinas yang biasanya serba online sehingga kadang teman-teman yang dipelosok sering kali ketinggalan informasi.

Selain pemerintah, dalam upaya memaksimalkan pembelajaran berbasis daring ini peran yang tak kalah penting juga dipegang oleh orang tua, utmanya dalam memastikan anak-anak mereka mengikuti pembelajaran sesuai dengan yang telah dijadwalkan. Sebab tak jarang juga anak-anak yang mengakses internet bukan untu mengikuti pembelajaran ataupun mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru tetapi bermain game. Inilah momen penting bagi pemerintah, guru dan orang tua untuk senantiasa memkasimalkan komunikasi dan perannya sebagai kesatuan yang tak terpisahkan dalam sistem pendidikan kita. Salam tamvan dan santun.

Penulis: Syainal (Guru PPKn SMKN 4 Berau)

Artikel ini menjadi tanggung jawab penulis, bukan menjadi tanggung jawab redaksi EKSPOSKaltim.com

Reporter :     Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0