27 Februari 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sambut Bulan K3, Pupuk Kaltim Beri Penyuluhan HIV/AIDS


Sambut Bulan K3, Pupuk Kaltim Beri Penyuluhan HIV/AIDS
General Manager Teknologi Pupuk Kaltim Arief Rusdi (EKSPOSKaltim/Endar)

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Ratusan masyarakat dari 15 kelurahan yang ada di Kota Bontang, mendapat pembekalan pencegahan dan penangggulangan HIV/AIDS serta bahaya Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) dalam acara seminar yang diselenggarakan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), Kamis (16/01/2020).

Berlangsung di Gedung Wijaya Kusuma Pupuk Kaltim, Bontang Utara, acara diisi pemateri Cokorda Istri Sinta Sukma Ratih dari Badan Narkotika Nasional (BNN), serta dr. Dyah Sawitri dari RSUD Taman Husada Bontang. Turut hadir perwakilan pemerintah Kota Bontang, lurah, serta ketua RT.

Baca juga: Pasca Serangan Buaya, Lurah Loktuan Bontang Gencar Pasang Plang Peringatan

General Manager Teknologi Pupuk Kaltim Arief Rusdi menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2020, dengan tema tahun ini “Optimalisasi Kemandirian Masyarakat Berbudaya K3 pada Era Revolusi Industri 4.0 Berbasis Teknologi Informasi”.

Kata Arief, HIV/AIDS merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah besar di dunia, yang terus meningkat setiap tahunnya. “Oleh karena itu kita harus selalu waspada dan meningkatkan kesadaran akan bahaya HIV/AIDS dengan melakukan pengawasan dan pencegahan yang dilakukan secara konsisten,” ucapnya.

“Selain HIV/AIDS, peredaran Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya juga sangat mengkhawatirkan,” sambungnya.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar. Selain seminar, Pupuk Kaltim juga memberikan pelayanan Voluntary Counselling and Testing (VCT) gratis bagi masyarakat yang ingin melakukan konseling dan tes sukarela, guna meningkatkan pengetahuan dalam pencegahan serta penanganan HIV/AIDS.

“Ini dapat membantu pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan HIV/AIDS, serta untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS,” ujarnya.

Untuk diketahui, selain memberikan seminar tentang pencegahan dan penangggulangan HIV/AIDS serta bahaya Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), dalam kesempatan itu Pupuk Kaltim juga memberikan sosialisasi tanggap darurat kepada masyarakat bufferzone perusahaan, agar masyarakat sekitar bisa lebih sigap dan mendapatkan informasi yang tepat dalam menghadapi keadaan darurat.

Baca juga: Jadi Pemuja Narkoba, Bapak dan Anak di Muara Badak Digulung Polisi

Di sisi lain, dr. Dyah Sawitri mengatakan, kebanyakan penderita HIV tidak menyadari telah terinfeksi, karena terlihat dan merasa sehat. Butuh waktu sekitar 5-10 tahun untuk melihat dampak dari seorang yang terinfeksi HIV. Dan Tes HIV kata Dyah, adalah salah satu cara untuk mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi.

“Pemeriksaan melalui pemeriksaan darah di laboratorium. Periksa segera bila berperilaku beresiko,” tukasnya. (adv)

Reporter : Asep Suhendar    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0