07 Desember 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sikapi Maraknya Konflik Organda, Begini Kata Ketua IKMB dan IPMIL Raya Unhas


Sikapi Maraknya Konflik Organda, Begini Kata Ketua IKMB dan IPMIL Raya Unhas
Dari kiri: Ketua IPMIL Raya Unhas Salman Amir dan Ketua IKMB Unhas Muh Sulfihidayatullah. (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Bone - Ketua Umum Ikatan Keluarga Mahasiswa Bone Universitas Hasanuddin (IKMB-Unhas), Muhammad Sulfihidayatullah dan Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Raya Unhas, Salman Amir, angkat bicara terkait konflik organisasi daerah (Organda) yang marak terjadi di Makassar.

Menurut Sulfihidayatullah, dalam menyikapi konflik tersebut, kita tidak perlu adu taring untuk terlihat hebat dan jago di medan perang, cukup mendewasakan diri dengan tidak terpengaruh hal-hal yang ujungnya akan merusak kesatuan di Universitas Hasanuddin.

Baca juga: Kapolres Bone Ajak Wartawan Bersinergi Ciptakan Kamtibmas Kondusif

"Bone punya adat yang baik begitu pun saudara kami di IPMIL Raya Unhas," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Jumat (22/11) malam.

Kata dia, pada pertemuan yang diadakan antar ketua se-Organda Unhas mengenai pelaksanaan camp social, disepakati untuk tidak terprovokasi dengan konflik yang terjadi serta isu-isu yang beredar di masyarakat.

"Sampai hari ini banyak orang yang di luar sana beranggapan bahwa permasalahan yang terjadi di Umi (Universitas Muslim Indonesia) adalah permasalahan yang melibatkan antar daerah Bone dan Palopo, untuk itu kemudian kedua ketua angkat bicara soal ini," terangnya.

Diakuinya, sejak dibangunnya organisasi kedaerahan di Unhas, sampai hari ini organisasi kedaerahan yang ada di kampus ini masih menjalin hubungan silaturahmi yang baik. Salah satu bukti, dengan mengagendakan kegiatan bersama yakni camp social se-Organda Unhas. Di mana saat ini ada 13 Organda Unhas yang tergabung pada kegiatan tersebut.

"Hari ini kami para ketua berkumpul di kampus untuk membahas mengenai kegiatan yang akan kami lakukan bersama," pungkasnya.

Disebutkan, ada tiga point yang ingin dicapai melalui kegiatan camp sosial tersebut, antara lain terjalinnya hubungan silaturahmi yang lebih baik, bakti sosial, dan sebagai sarana liburan setelah UAS.

"Karena itu jika ada isu yang beredar bahwa terjadi pertikaian antar organda yang ada di Unhas, maka kami para ketua yang paling pertama akan berkata bahwa itu tidak benar," tegas Ketua IPMIL Raya Unhas, Salman Amir.

"Kita boleh berbeda soal suku dan budaya, tapi kita saudara sebagai manusia yang beradat, dan kita boleh lawan dalam konteks argumentasi dan tukar pikiran" timpal Sulfihidayatullah.

Baca juga: Kembali Bangkit, Ancol Phatend Dipimpin Nahkoda Baru

Lebih lanjut Salman Amir menambahkan, terlalu membawa ego kedaerahan hanya akan membawa kita ke masa lalu sebelum label simbol kelahiran bangsa Indonesia diucapkanpara pemuda. Bukan perkara yang mudah untuk menyatukan ego-ego daerah yang ada untuk bergabung dalam ego persatuan Indonesia pada masa itu.

"Namun jika hari ini kita terlalu mengedepankan ego daerah masing-masing, itu hanya akan menciderai ego persatuan yang ada pada Sumpah Pemuda," imbuh Salman.

Ditegaskannya bahwa eksistensi lembaga kedaerahan yang ada itu hanya untuk merangkul saudara se tanah asal, saling membantu untuk kemudian bersama-sama membangun daerah kelahiran masing-masing, berpikir dan bersama-sama memecahkan masalah-masalah daerah yang ada.

Reporter : Abdullah    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%100%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0