PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Anggota DPRD Bontang Sayangkan Kondisi Tak Laik SDN 014 Lok Tunggul

Home Berita Anggota Dprd Bontang Saya ...

Anggota DPRD Bontang Sayangkan Kondisi Tak Laik SDN 014 Lok Tunggul
Komisi I DPRD Bontang melihat salah satu ruang kelas di SD Negeri 014 di Lok Tunggul.

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Ketua Komisi I DPRD Bontang, Agus Haris menyayangkan kondisi bangunan SD Negeri 014 di Lok Tunggul, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Bagaimana tidak, infrastruktur sekolah dasar satu-satunya di Lok Tunggul Bontang tersebut jauh dari kesan layak. Sekolah yang berdiri tak jauh dari lokasi pembangunan mega proyek PLTU 2x100 Megawatt ini berdiri dengan kondisi seadanya.

“Saya baru tahu ada sekolah seperti ini Bontang, dengan kemampuan APBD Bontang dan komposisi penduduk yang tak banyak," kata Agus Haris.

"Apalagi berdiri di sekitar perusahaan besar kondisinya seperti ini,” ujar Agus Haris saat meninjau lokasi sekolah, di jalan Lok Tunggul, Kelurahan Bontang Lestari, Minggu (21/7/2019).

Menurutnya, fasilitas pendidikan di Lok Tunggul harus segera dibenahi. Kenyamanan para anak-anak pesisir untuk bersekolah harus ditingkatkan.

“Mana mungkin bisa nyaman kalau begini sekolah, tugas pemerintah ini untuk perbaiki infrastruktur di Lok Tunggul,” ungkapnya.

Pihaknya meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang segera mengatasi infrastruktur di SD Negeri 014 ini. Tahun anggaran 2020 nanti, kegiatan rehab sekolah ini harus menjadi prioritas pemerintah. Pantauan wartawan, SD Negeri 014 terdiri dari tiga bangunan. Masing-masing ukuran bangunan bervariasi salah satunya berukuran kecil, diperkirakam menjadi bangunan kantor para guru sekolah. Bangunam paling parah kondisinya terdiri dari 3 kelas. Tiap kelas dipisah oleh sekat kayu plywood yang ukurannya pun tak cukup untuk memisah ruangan.

Jendela sebagian hanya berupa lubang-lubang kecil yang dibuat dari deretan kayu tersusun. Di sisi lain jendela sudah berkaca, hanya saja diganjal dengan kayu balok agar tetap terbuka. Di dalam kelas, hanya memiliki 4 meja dan kursi kayu yang tak seragam. Lantai kayu di sudut ruangan bolong, karena usia bangunan.

“Ini tidak bisa harus segera dianggarkan untuk perbaikan,” pungkas Agus Haris. (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%100%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :