18 September 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dorr !! Polisi Tembak Kaki Maling yang Ngaku Polisi


Dorr !! Polisi Tembak Kaki Maling yang Ngaku Polisi
Press release pengungkapan kasus yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Mahfud Hidayat (kiri).

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Tak jera, mungkin kata itu yang pantas disematkan terhadap AM (31), warga asal Loa Kulu, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bagaimana tidak, baru satu bulan keluar dari Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) atas kasus pencurian, AM harus kembali masuk hotel prodeo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas kasus yang sama.

Tonton juga video: Wali Kota Bontang Buka Acara Manasik Haji Cilik 2019

Residivis kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) ini, diciduk Satuan Rajawali Polres Bontang pada Minggu (8/9/2019) sore sekitar pukul 17:00 Wita, di depan Toko Buah Az Zahra, Jalan Cipto Mangunkusumo, sesaat setelah melakukan pencurian di toko tersebut.

Saat ditangkap, tersangka AM berusaha melakukan perlawanan dan mencoba untuk melarikan diri. Namun hadiah timah panas dari polisi yang nenembus kakinya, berhasil melumpuhkan tersangka.

AM diamankan petugas beserta sejumlah barang bukti, di antaranya 3 buah telepon genggam, 3 buku tabungan berserta ATM, uang tunai sebesar Rp 2.450.000, 3 buah STNK, serta sepeda motor N-Max yang biasa digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti, melalui Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) AKP Mahfud Hidayat yang didampingi Kasubbag Humas Polres Bontang Iptu Suyono, saat menggelar press release di Mako Polres Bontang, Selasa (10/9/2019).

Perwira berpangkat tiga balok emas itu menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, tersangka AM mengaku sebagai anggota polisi untuk mengelabui korbannya. Saat korban lengah, tersangka langsung menggondol sejumlah barang berharga, mulai dari uang hingga telepon genggam.

Baca juga: Dewan Bontang Harapkan FPI Bersinergi dengan Pemerintah dan DPRD

“Di Bontang, AM sudah menjalankan aksinya di 6 lokasi berbeda, termasuk di Babone Pet Shope yang terekam CCTV yang sempat viral di medsos,” kata Mahfud.

Tersangka diduga sebagai spesialis pencurian antar kota, selain Kota Bontang dan Tenggarong, Balikpapan serta Samarinda juga menjadi kota lain bagi tersangka dalam menjalankan setiap aksinya.

“Tersangka dikenakan pasal 362 dan 378 -366 KUHP tentang pencurian dan penipuan dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara ditambah dengan 2/3 dari hukuman,” ujar Mahfud.

Reporter : Endar    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0