EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Robysai Manassa Mallisa, mengungkapkan banyak nelayan Kota Bontang yang tidak konsisten.
Menurutnya, ketika ada proyek kecil, para nelayan lebih memilih meninggalkan pekerjaannya sebagai pencari ikan untuk mengerjakan proyek.
Baca juga: Sapras Memadai, TPI Tanjung Limau Nihil Konstribusi ke Kas Daerah
“Kalau ada proyek, mereka banyak yang meninggalkan kegiatan nelayannya, padahal kami sudah sering memberikan pelatihan - pelatihan kepada nelayan,” jelas Robysai Manassa Mallisa saat di temui di kantornya, UPT Tanjung Limau, Selasa (14/8/2018).
Ia mengira nelayan di Kota Bontang khususnya di Tanjung Limau dapat survive dan konsisten sebagai nelayan. Namun faktanya, mereka tetap tergoda dengan proyek.
Padahal, kata dia, pihak Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang sudah sering memberikan pelatihan untuk pemberdayaan dan wirausahaan SDM.
“Pernah saya lihat mereka sudah mampu membeli ikan dengan jumlah besar, saya kira sudah survive, tetapi kalau ada proyek mereka langsung meninggalkan kegiatannya di TPI dan memancing,” ungkapnya.
Baca juga: Dinsos-P3M Bontang Siap Jadi Mentor Wujudkan Sanitasi Sehat
Menurut Roby, hal ini juga menjadi kendala sehingga TPI Tanjung Limau hingga saat ini belum bisa memberikan kontribusi ke kas daerah Kota Bontang.
Roby menilai para nelayan Bontang tidak terlalu ulet dalam mencai ikan. Mereka gampang tergoda proyek kecil. Menurutnya, para nelayan ini masih butuh diberikan pelatihan, namun tentunya itu membutuhkan biaya.
“Itu yang menjadi kendala kami, SDM sudah ditingkatkan, cuma kalau ada proyek kecil kegiatan nelayannya ditinggalkan lagi,” tukasnya. (adv)
Video Wawancara Ekslusif Mengenai Migrasi Pengguna Jamkesda ke BPJS Kesehatan
ekspos tv

