EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Anggota Komisi IV DRPD Kaltim Siti Qomariah mendesak pemerintah segera turun tangan menertibkan terduga penderita gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di Kota Samarinda.
Langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi agar kejadian yang menimpa Muhammad Riharja, tidak terulang pada diri orang lain.
Baca: Dewan Kaltim Fasilitasi Tuntutan Sopir Bandara
Seperti diketahui, PNS Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Timur itu meninggal dunia setelah dipalu orang gila di depan Masjid Agung Pelita, Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (16/7) kemarin, sekitar pukul 15.30 Wita.
“Harus segera dilakukan razia oleh pemerintah kepada anak jalanan, gelandangan dan termasuk orang tak waras yang berkeliaran di jalan- jalan. Karena ini sangat meresahkan sekali di masyarakat,” kata Siti Qomariah, saat ditemui di DPRD Kaltim, Selasa (17/7).
Menurutnya, persoalan penyakit sosial di Samarinda sudah menjadi urgent. Karena itu butuh perlakukan serius dari pemerintah untuk mengatasi hal tersebut.
“Kan sudah ada programnya. Orang gila harusnya ditangkap dikarantinakan. Tapi dilapangan kan pemerintah terkesan membiarkan. Memang ini tanggung jawab dari pemerintah. Jangan sampai ada jatuh korban lagi dan masyarakat ketakutan,” ujar politisi PAN ini.
Ia menilai, jika pemerintah dapat melakukan hal tersebut, tentu akan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat di sekitarnya. Ia juga mencermati fenomena maraknya orang gila, anak jalanan dan gelandangan di jalan-jalan Samarinda, yang semestinya dicari tahu akar persoalannya.
“Sekarang ini kan banyak masalah sosial di tengah masyarakat. Mereka kehilangan pekerjaan. Nah ini juga pemerintah harus segera mengatasi hal ini, untul diminimalisir kondisi tersebut agar tidak terulang lagi kejadian seperti ini,” sebutnya.
Sementara, anggota DPRD Kaltim Dapil Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengaku prihatin atas kejadian tersebut.
Ia mengusulkan kepada Pemkot Samarinda untuk lebih mengintensifkan pencegahan dini. Misalnya, gencar mensosialisasikan kepada masyarakat agar segera melapor ke aparat apabila di sekitar ada ODGJ yang mengancam keselamatan.
Baca: Diduga Banyak Ritel Ilegal, Dewan Akan Panggil Walikota Samarinda
Selain itu, ia meminta dinas sosial dan dinas kesehatan mendeteksi orang gila yang telah meresahkan tersebut.
“Ini sangat memprihatinkan banget. Kita harus melihat ini permasalahannya, orang gila itu lagi kumat atau memang sudah layak dibawa ke karantina, cari tahu," pesannya.
"Jika orang gila itu harus dibawa ke karantina, ya harus dibawa. Karena siapa tau, mungkin orang gila itu gak pernah marah, tapi karena timbul marahnya, akhirnya membuat resah,” tutur politisi Partai NasDem ini.
Saefuddin berharap, dinas sosial selektif mendeteksi persoalan ini.
“Saya minta dibina kalau memang bisa disembuhkan. Ini kan seluruh Kaltim banyak, nggak hanya Samarinda. Saya kira kan banyak orang-orang yang membahayakan kepada orang lain,” tandasnya. (adv)
Video: Aliansi Organisasi di Bontang Bentuk Forum Tolak Tenaga Kerja Asing
ekspos tv

