PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Soal Kerugian Tragedi Minyak di Balikpapan, DPRD Kaltim Beri Waktu Dua Pekan

Home Berita Soal Kerugian Tragedi Min ...

Soal Kerugian Tragedi Minyak di Balikpapan, DPRD Kaltim Beri Waktu Dua Pekan
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syafruddin. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - DPRD Kaltim memberikan tenggat waktu selama dua pekan terhitung awal pekan ini kepada PT Pertamina untuk menghitung segala kerugian terhadap kasus kebocoran pipa minyak di Teluk Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Sikap ini diambil setelah rombongan Komisi III melakukan peninjauan langsung di wilayah kejadian, pesisir Teluk Balikpapan, akhir pekan lalu.

Berita terkait: Nahkoda MV Ever Judger Tersangka Kebocoran Minyak di Teluk Balikpapan

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin menuturkan, pihaknya memberikan waktu dua pekan ke depan agar seluruh kerugian yang ditimbulkan dari kasus tersebut, segera dikalkulasi oleh seluruh pihak terkait. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT Pertamina, baik kerugian lingkungan hingga sosial.

“Kami beri waktu mereka dua pekan ke depan. Setelah itu kami akan panggil mereka. Kami ingin melihat konsistensi mereka terhadap perbaikan lingkungan di Teluk Balikpapan,” kata Syafruddin, Rabu (9/5).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim ini mengaku telah meninjau langsung permukiman di sekitar kejadian tersebut. Ia menemukan ribuan pohon bakau yang tidak jauh dari lokasi kebocoran pipa telah terkena dampak.

"Banyak sudah pohon bakau yang mengalami kering. Bahkan saya lihat hampir mati akibat kejadian itu," ujar Ketua DPW PKB Kaltim ini.

Selain itu, lanjutnya, terdapat 90 orang nelayan Balikpapan hingga kini tidak dapat melaut pasca kejadian tersebut. Akibatnya nelayan mengalami kerugian finansial, karena hampir sebulan tak melaut. DPRD Kaltim akan terus mendorong agar PT Pertamina dapat memberikan ganti rugi bagi nelayan.

Baca juga: DPRD Kutim Bentuk Panja LKPj

“Dalam hal ini pemerintah pusat dan Pertamina harus bertanggung jawab. Kami juga mendesak agar ada usaha Pertamina untuk mencegah kematian pohon-pohon bakau di pinggir laut. Harus ada langkah nyata dari Pertamina dan pemerintah,” pintanya.

Saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim dan pihak-pihak terkait sedang melakukan penghitungan kerugian yang ditimbulkan. Komisi III berharap, seluruh dampak yang ditimbulkan dapat sesuai dengan harapan masyarakat.

"Kita harap kejadian ini tidak terulang kembali. Meski Pertamina sudah mengevaluasi dan mencopot pimpinan Pertamina wilayah Balikpapan. Tapi ini tidak cukup, mereka harus menjamin hak-hak kerugian masyarakat akibat peristiwa tersebut yang sesuai dengan harapan masyarakat," pungkasnya. (adv)

Tonton video menarik di bawah ini:

VIDEO: Mutasi Perwira Polres Bone Kembali Bergulir

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :