EKSPOSKALTIM.com, Bone - Aksi intimidasi terhadap jurnalis kembali terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kali ini menimpa seorang jurnalis media harian lokal Bone, bernama Bahar.
Intimidasi tersebut dialami Bahar saat melakukan peliputan soal kandang ayam yang meresahkan warga di Jalan Bandeng, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Rabu (14/3/2018).
Berita terkait: Warga Bajoe Bone Keluhkan Kandang Ayam, Merasa Hidup Bagai Bangkai
Kepada wartawan, Bahar menceritakan kronologis aksi intimidasi itu. Katanya, selesai mengambil beberapa gambar di lokasi serta mengumpulkan informasi warga sekitar, ia kemudian menemui seorang pengelola peternakan ayam petelur tersebut.
"Saya nggak tahu siapa namanya. Tapi yang saya tahu, ia mengenakan baju putih kombinasi merah saat itu," kata Bahar usai melaporkan insiden tersebut ke SPKT Polres Bone, siang tadi.
Lanjut Bahar, si pengelola kandang ayam yang belum diketahui namanya itu, memang dari awal tak menunjukkan itikad baik saat hendak dikonfirmasi.
Baca: Pimpin Sertijab 4 Perwira, Kapolres Bone Menaruh Asa ke Pejabat Baru
"Saya mau salaman saja, dia nggak mau. Terus mengambil parang dan diletakkannya di atas motorku," pungkasnya.
Sembari marah-marah kepada Bahar, si pengelola peternakan ini lantas kembali mengambil parang dari atas motor Bahar. Merasa terancam, Bahar pun kemudian lari meninggalkan motornya.
"Saat saya lari, orang ini ditahan oleh teman-temannya yang saat itu juga berada di lokasi," terang Bahar.
Bahar berusaha meminta bantuan warga untuk ditemani mengambil kendaraanya, namun tidak ada yang bersedia karena melihat si pengelola ini marah-marah sambil memegang parang.
Bahar pun menelpon rekannya untuk menjemput dan melaporkan hal ini ke SPKT Polres Bone. Beberapa saat kemudian, polisi tiba di TKP dan mengamankan barang bukti berupa sebilah parang dan motor.
Intimidasi yang dialami jurnalis ini telah sampai di telinga Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim. Dan pihaknya akan segera mendalami laporan ini.
"Iye, itu bisa masuk pengancaman kalo ada yg diintimidasi dengan menggunakan parang, nanti kita dalami laporannya," kata Kapolres Bone kepada awak media ini, via whatsapp, sore ini.
Untuk diketahui, kandang ayam yang berada di tengah-tengah pemukiman itu sungguh sangat meresahkan warga. Selain menimbulkan bau busuk, rumah warga pun diserang ribuan lalat karenanya.
Parahnya lagi, kesehatan masyarakat juga mulai terganggu dibuatnya. Hal ini terkuak dari pengakuan salah seorang warga sekitar bernama Tahrir.
"Ibu saya mencret karena lalat-lalat ini. Istri dan anakku pun sama, makanya dia pulang tinggal ke kampung. Saya baru-baru ini juga begitu (mencret)," keluh Ririn yang dikonfirmasi terpisah.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Wartawan Independen Bone Libatkan Ribuan Orang dalam Pelaksanaan Baksos
ekspos tv
VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi
ekspos tv

