24 September 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Warga Bajoe Bone Keluhkan Kandang Ayam, Merasa Hidup Bagai Bangkai


Warga Bajoe Bone Keluhkan Kandang Ayam, Merasa Hidup Bagai Bangkai
Kandang ayam petelur yang meresahkan warga yang terletak di Jalan Bandeng, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Selasa (13/3). (EKSPOSKaltim/Abdullah)

EKSPOSKALTIM.com, Bone Warga Bajoe mengeluhkan adanya kandang ayam petelur yang berada di tengah-tengah pemukiman mereka, tepatnya di Jalan Bandeng, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulsel.

Kepada wartawan, Tahrir (31), salah seorang warga Bajoe mengatakan, kandang ayam yang terbilang luas tersebut menimbulkan bau busuk serta ribuan lalat, yang menyerang pemukiman warga. Parahnya lagi, kondisi ini mengakibatkan kesehatan warga terganggu.

Baca: Safari Kantibmas, Kapolres Bone Sampaikan Pesan Moral Bang Napi

"Ibu saya mencret karena lalat-lalat ini. Istri dan anakku pun sama, makanya dia pulang tinggal ke kampung. Saya baru-baru ini juga begitu (mencret)," keluhnya, saat ditemui di kediamannya yang tak jauh dari kandang ayam tersebut, Selasa (13/3/2018) siang tadi.

Ririn (akrab ia disapa) berharap, kandang ayam tersebut segera dipindahkan jauh dari pemukiman warga. Senada, Hasmah yang rumahnya tepat berada di belakang kandang ayam ini pun berharap demikian.

"Sejak adanya kandang ini pak, jendela rumah saya nggak pernah dibuka. Karena kalau terbuka, lalat langsung masuk. Kami terganggu sekali," ujar Hasmah.

Baca: Gatot Nurmantyo Segera Dideklarasikan Sebagai Capres

Hal senada juga disampaikan Rahmah, warga yang rumahnya juga tak jauh dari kandang tersebut. Menurutnya, sejak adanya kandang ayam ini, aktivitasnya di rumah jadi terganggu.

"Kami hidup seperti bangkai yang selalu dikerumuni lalat. Tidur pun jadi terganggu karena lalat-lalat ini. Baunya yang busuk membuat kami ingin muntah," imbuhnya.

Lurah Bajoe, Rahayu yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah sering mendapat keluhan warga terkait kandang ayam tersebut. Ia pun telah menyampaikan hal ini ke Camat Tanete Riattang Timur untuk ditindaklanjuti.

"Saya sudah bersurat ke camat soal itu, lengkap dengan memberikan foto-foto kandang ayam tersebut," sebutnya.

Kerumunan lalat hinggap di kereta bayi milik seorang warga Bajoe yang rumahnya tak jauh dari kandang ayam.

Selanjutnya, kata Rahayu, pihak kecamatan akan bersurat ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone guna menindaki peternakan yang diketahui tak mengantongi izin tersebut.

Dalam masalah ini, diakui Rahayu, pihaknya sudah sering memberi peringatan kepada si pemilik usaha. Namun, tidak diindahkan. Bahkan, pemilik usaha itu pun terkesan tidak kooperatif.

"Kandang ayam itu sudah ada sekitar 5 bulanan. Dulu pemiliknya pernah diundang untuk membahas masalah ini, yang dihadiri juga Babinsa dan Bhabinkantibmas, tapi dia tidak datang," ungkapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, pemerintah tak akan tinggal diam atas keluhan ini. Terlebih, pemerintah juga sebelumnya telah mengultimatum si pemilik usaha untuk membongkar kandang ayamnya itu, sampai batas waktu dua bulan.

"Dan ini sudah lewat 2 bulan. Jadi bukan peringatan lagi yang akan diberikan, tapi langsung eksekusi," tegasnya.

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Wartawan Independen Bone Libatkan Ribuan Orang dalam Pelaksanaan Baksos

ekspos tv

VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone

ekspos tv

VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi

ekspos tv

Reporter : Abdullah    Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0