21 Mei 2018
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mengenal Layanan Pengadaan Secara Elektronik


Mengenal Layanan Pengadaan Secara Elektronik
LPSE Kota Bontang. (EKSPOSKaltim/Endar)

EKSPOSKALTIM.com, Bontang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah unit kerja yang dibentuk di seluruh kementerian, lembaga, Satuan Kerja Perangkat Daerah, institusi lainnya (K/L/D/I) guna menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang atau jasa secara elektronik, serta memfasilitasi Unit Layanan Pengadaan (ULP) atau pejabat pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang atau jasa secara elektronik.

Di Kota Bontang sendiri, tim pengelola LPSE berada dalam naungan Dinas Kominfo dan Statistik (Diskominfotik). Dalam bidang pengembangan teknologi komunikasi, informasi dan persandian.

Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Komunikasi, Informasi dan Persandian Diskominfotik Bontang, Taufiqurrakhman menyatakan LPSE Kota Bontang bekerja secara tim, dimana masing-masing memiliki tugas fungsi yang berbeda, namun tujuannya sama yaitu memastikan sistem ini berjalan sesuai dengan target yang ingin dicapai.

"Yaitu proses pengadaan yang terjamin transparansi dan akuntabilitasnya," ujarnya kepada media ini, Selasa (13/2/2018) siang.

Baca: 9 Raperda Disampaikan Dalam Paripurna DPRD Bontang

Lanjut Taufiq menjelaskan, sesuai regulasi, ULP atau pejabat pengadaan pada kementerian, lembaga, perguruan tinggi dan BUMN yang tidak membentuk LPSE dapat menggunakan fasilitas LPSE yang terdekat dengan tempat kedudukannya, untuk melaksanakan pengadaan secara elektronik.

Untuk itu, selain memfasilitasi ULP atau pejabat pengadaan dalam melaksanakan pengadaan barang atau jasa secara elektronik, Tim LPSE Kota Bontang juga melayani registrasi penyedia barang dan jasa yang berdomisili di wilayah Kota Bontang.

Dasar hukum pembentukan LPSE adalah Pasal 111 Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah yang ketentuan teknis operasionalnya diatur oleh peraturan Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2010 tentang Layanan Pengadaan Secara Elektronik.

Meski begitu, dalam menyelenggarakan sistem pelayanan pengadaan barang atau jasa secara elektronik LPSE, juga wajib memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditentukan dalam undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Taufiq menambahkan, layanan yang tersedia dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) saat ini adalah e-tendering yang ketentuan teknis operasionalnya diatur dengan Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Tata Cara E-Tendering.

Baca: "Kesah Etam" Layanan Aduan Untuk Masyarakat Bontang

Selain itu, LKPP juga menyediakan fasilitas Katalog Elektronik (e-Catalogue) yang merupakan sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga barang tertentu dari berbagai penyedia barang atau jasa pemerintah.

"Proses audit juga secara online (e-Audit), dan tata cara pembelian barang dan jasa melalui katalog elektronik (e-Purchasing)," bebernya.

SPSE sendiri merupakan aplikasi e-Procurement yang dikembangkan oleh LKPP yang digunakan oleh seluruh LPSE termasuk LPSE Kota Bontang. Aplikasi SPSE tersebut dikembangkan oleh LKPP bekerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg ) untuk fungsi enkripsi dokumen, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk sub sistem audit.

Menurutnya, dengan pengadaan barang atau jasa secara elektronik oleh LPSE melalui aplikasi SPSE tersebut diharapkan turut meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Sekaligus meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat, memperbaiki tingkat efisiensi proses pengadaan, mendukung proses monitoring dan audit sekaligus memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time guna mewujudkan clean and good government dalam pengadaan barang atau jasa pemerintah. (adv)

Tonton juga video-video menarik di bawah ini:

VIDEO: Wartawan Independen Bone Libatkan Ribuan Orang dalam Pelaksanaan Baksos

ekspos tv

VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone

ekspos tv

VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi

ekspos tv

Reporter : Endar    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0