EKSPOSKALTIM.com - Tidak semua calon kepala daerah petahana yang melenggang mulus untuk kembali maju pada kontestasi pemilihan kepala daerah periode selanjutnya. Seperti halnya yang dialami Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi, yang gagal ikut dalam pilkada Sumatera Utara 2018.
November tahun lalu, Pemilihan Gubernur Sumatera Utara sempat diramaikan oleh calon petahana Tengku Erry Nuradi. Partai Nasdem resmi mengusungnya dengan keputusan yang tertuang dalam SK DPP Partai Nasdem Nomor 135/11/2017.
SK dibacakan Sekjen Partai Nasdem Johny G Plate dalam deklarasi di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara. Pemilihan Erry ditentukan dari hasil penjaringan dan penyaringan sejumlah bakal calon. Walaupun dinilai masih memiliki banyak kekurangan, Johny memerintahkan pengurus Partai Nasdem Sumut untuk melakukan komunikasi politik demi memenuhi syarat pencalonan serta melakukan konsolidasi internal untuk mendukung pencalonan.
Baca: Nyatakan Mundur, Eh Maju Lagi, Begini Penjelasan Rusmadi
Satu bulan setelahnya, Partai Golkar memutuskan untuk mencalonkan Erry yang sebelumnya pernah menjadi kadernya yang kemudian pindah ke Nasdem.
“Kita sudah putuskan (Tengku Erry) sebagai cagub. Tapi belum untuk wakilnya,” kata Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah I (Sumatera-Jawa) DPP Partai Golkar, Nusron Wahid, usai rapat persiapan Pilkada 2018 di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (21/12).
Saat itu, Nusron menyebut akan melakukan deklarasi dalam waktu dekat sambil membahas wakil yang tepat untuk menemari Erry.
Saat itu, publik memprediksi Pilgub Sumut akan diramaikan oleh persaingan ketat Tengku Ery dan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi. Pasalnya, saat itu, calon lain seperti Djarot Saiful Hidayat atau JR Saragih belum muncul.
Namun, peta politik di Sumut berubah pada akhir Desember. Setelah libur Natal, Golkar menarik dukungannya kepada Erry. Mereka melakukan evaluasi dukungan dan mulai memantapkan skenario untuk mengusung mantan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi sebagai cagub Sumut.
Alasannya, mereka melihat Sumut membutuhkan figur pemimpin yang tegas dan berani dalam mengambil risiko dan keputusan.
"Kalau kita melihat rekam jejak Letjen TNI Edy Rahmayadi, kita meyakini bahwa sosok seperti itulah yang dibutuhkan untuk memimpin Sumut," ujar Nusron dalam keterangan, Jumat (29/12).
Walaupun Golkar telah resmi mencabut dukungan terhadap Erry, Nasdem masih santai menanggapi berkurangnya dukungan dan masih menyisakan PKB, Nasdem dan PKPI dengan mengantongi 11 kursi DPRD.
Saat dihubungi kumparan, Ketua DPP Partai Nasdem Taufiqulhadi mengatakan, perubahan dukungan dalam sebuah kontestasi pilkada itu merupakan hal yang biasa saja.
“Di dalam politik, perubahan setiap saat bisa terjadi. Perubahan itu sesuatu hal yang wajar sesuai dengan perspektif partai tersebut, melihat keadaan dan kondisi dinamika poltik yang berkembang," ucap Taufiq.
Melihat posisinya yang belum aman untuk maju pada Pilgub Sumut, Erry kemudian menyambangi Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres. Pertemuan tersebut salah satunya membahas terkait kondisinya dan meminta masukan yang baik agar Pilkada dapat berjalan dengan lancar.
"Ya mudah-mudahan ada masukan baik, yang penting adalah bagaimana supaya kita semua menjalankan pilkada dengan kondisi yang smooth, baik," kata Erry saat ditanya apakah membahas Pilgub, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).
Hingga akhirnya pada Jumat (5/1), Nasdem secara resmi mencabut dukungannya kepada Erry dan beralih ke Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah. Johnny Plate menjelaskan, keputusan yang diambil telah melalui proses yang panjang dan telah memperhatikan aspirasi dari warga Sumut. Lanjutnya, Nasdem juga memperhatikan konstelasi politik yang ada di Sumut hingga akhirnya menghasilkan keputusan mendukung Edy-Ijeck.
Erry pun akhirnya harus memupuskan harapannya untuk mencalonkan diri di Pilgub Sumut karena kursi dukungan yang tidak mencukupi. Walaupun batal dicalonkan, Nasdem mengaparesiasi sikap Edy yang sudah berbesar hati menyikapi dukungan Nasdem yang dialihkan ke Edy.
Baca: Poros Golkar- Nasdem: Sofyan Gandeng Nusyirwan Maju Pilgub Kaltim
"Kami berbangga Nasdem mempunyai politisi, mempunyai tokoh yang realistis yang berjiwa besar, yang melihat kepentingan Sumut di atas segalanya termasuk kedudukan politik," kata Johnny di DPP Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/1).
Erry yang sudah legowo lalu memberikan pesan kepada Edy dan Musa untuk menjaga kerukunan dan Sumut yang plural, apabila pasangan tersebut nantinya terpilih. Erry juga berharap, apabila mereka menang, mereka dapat merangkul kembali seluruh kalangan masyarakat yang memiliki pilihan politik berbeda saat Pilkada.
"Mudah-mudahan amanah yang diberikan ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Tentunya juga membangun Sumatera Utara yang multi etnis, suku dan berbagai macam kelompok yang ada bisa disatukan dalam keberagaman," kata Erry.
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: DPC Hanura Bontang Serahkan Bantuan Sembako kepada Korban Kebakaran di Berebas Pantai
ekspos tv
VIDEO: Sambut Tahun 2018, Kepala Adat Besar Kutai Kutim Ajak Paguyuban Tingkatkan Kebersamaan
ekspos tv
VIDEO: Awali Tahun 2018, Disporapar Bontang Tempati Gedung Baru
ekspos tv

