EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Warga Kota Bontang kembali risau dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kembali mewabah. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan dan KB, penderita DBD pada periode semester pertama 2018 ini mencapai 78 kasus.
Bahkan, satu orang di antara puluhan penderita itu dinyatakan meninggal dunia pada Mei lalu, yang diketahui sebagai warga Kelurahan Loktuan. "Akhir Juni ini kasusnya telah mencapai 103," ujar Plt Dinkes & KB Kota Bontang, dr Bahauddin, Selasa (3/7).
Dijelaskan, intensitas hujan di Bontang yang tinggi memicu pertumbuhan nyamuk Aedes Agypti. Untuk itu pihaknya terus mengimbau warga untuk memperhatikan lingkungan bebas dari sarang-sarang nyamuk demam berdarah ini.
Menurut dia, Bontang menjadi kota endemis demam berdarah. Jumlah ini bisa alami pertumbuhan karena siklus perkembang biakan nyamuk ini tercatat per triwulan dalam setahun. Biasanya puncak terjadi demam berdarah terjadi menjelang akhir tahun saat curah hujan meningkat.
"Kami juga sudah bentuk satgas anti jentik. Namun pelaksanaannya belum maksimal," ujarnya
Data Dinkes & KB, jumlah terbanyak berada di Bontang Selatan dengan total 52 penderita. Rinciannya yakni Kelurahan Berbas Tengah 15 kasus, Kelurahan Tanjung Laut 12 kasus, Kelurahan Tanjung Laut Indah 11 kasus, Kelurahan Berbas Pantai 10 kasus, serta Kelurahan Satimpo dan Bontang Lestari masing-masing 2 kasus.
Sedangkan Kecamatan Bontang Utara dari Januari hingga Juli berjumlah 21 kasus. Penderita DBD terbanyak berada di Kelurahan Api-Api yakni 10 kasus. Posisi kedua dipegang oleh Kelurahan Loktuan dengan 6 penderita serta satu orang meninggal. Ketiga, yakni Kelurahan Gunung Elai dengan total 2 penderita.
Sementara Kelurahan Bontang Kuala, Bontang Baru, dan Guntung masing-masing memiliki 1 kasus. Sedangkan kecamatan Bontang Barat merupakan kecamatan yang sedikit berkembang-biaknya wabah DBD dengan total 4 penderita.
Sejauh ini pihaknya rutin melakukan pemantauan terhadap penyakit DBD ini. Pemantauan tersebut dibarengi dengan langkah pengendalian, yakni menekankan kepada masyarakat berkaitan dengan penghilangan jentik nyamuk Aedes aegypti dan tempat perindukannya secara intensif seminggu sekali.
"Bontang merupakan daerah endermis DBD, jadi selalu ada kasus DBD. Upaya kita berkaitan hal tersebut. (adv)
Video Terkini EKSPOS TV: Pesta Adat Pelas Tanah Kutim 2018 Episode 1
ekspos tv

