EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Korban gempa dan tsunami di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah menjadi perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Pemerintah Kota Bontang. Sebanyak 26 relawan dari kota ini diutus untuk membantu penanganan bencana tersebut.
Mereka terdiri petugas media, Tim Tanggap Bencana dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, pegawai Badan Penanggulanagan Bencana Daerah (BPBD), serta petugas PMI rencananya berangkat menuju lokasi melalui jalur laut.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dijadwalkan bakal melepas 26 tim relawan di Pelabuhan Loktuan, Kamis (4/10/2018) pagi.
“Sesuai intruksi bu Wali, tim relawan yang kami siapkan banyak dari kalangan medis,” ujar Plt Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, Bahauddin usai memimpin rapat pembekalan tim di Kantor BPBD, Rabu (3/10/2018).
Tim medis yang diberangkatkan terdiri dari dokter bedah 2 orang, dokter umum 1 orang, perawat 7 orang dan bidan 1 orang. Sedangkan, untuk 15 lainnya merupakan tim gabungan. Mereka rencananya bakal membantu para korban selama 5-7 hari. Tergantung kondisi di lapangan.
Untuk penempatan tim relawan asal Bontang, Bahauddin, mengaku keputusan tersebut ditentukan oleh posko induk di Palu. “Kita menyesuaikan saja, nanti posko-posko (di sana) yang menentukan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Sebelum berangkat, seluruh peserta relawan divaksin tetanus dan difteri. Potensi tertular penyakit berbahaya di sana cukup tinggi. Selain berada di lokasi bencana, kunjungan orang-orang dari luar wilayah Palu memungkikan membawa serta virus berbahaya.
“Kita lindungi dulu relawan kita dengan vaksin,” ujar Bahauddin. (adv)

