EKSPOSKALTIM.com, Balikpapan - Progres pembangunan fisik jalan Tol Balikpapan-Samarinda kini mencapai 66,7 persen. Jalan tol tersebut pun ditargetkan dapat beroperasi secara penuh sebelum lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah pada Mei 2019.
Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Refly Ruddy Tangkere, belum lama ini, Jumat (7/9/2018).
Baca juga: Jokowi Dituding Bajak Dua Gubernur Kader Demokrat
Refly menrincikan, Seksi I progresnya mencapai 85 persen, Seksi II mencapai 63 persen, dan Seksi III mencapai progres 77,3 persen.
Berikutnya Seksi IV telah mencapai 56,4 persen, dan Seksi V progresnya berada pada angka 57,1 persen. Sementara total pembebasan lahan sudah 91 persen.
Refly mengakui, jalan bebas hambatan yang menghubungkan Kota Balikpapan dan Kota Samarinda ini seharusnya sudah bisa beropersi akhir tahun 2018 ini.
Namun, karena mengalami keterlambatan akibat berbagai kendala teknis dan non teknis, operasional penuh baru dapat direalisasikan tahun depan.
Kendala teknis adalah terdapat lahan lunak di titik-titik tertentu terutama Seksi I dan Seksi II yang harus memotong Taman Hutan Rakyat (Tahura), sehingga membutuhkan konsolidasi lahan selama 6 bulan.
Sementara kendala non teknis terkait masalah pembebasan, dan adanya tambahan lahan yang perlu dibebaskan untuk memenuhi kebutuhan tambahan seperti simpang susun, dan gerbang utama.
Kebutuhan lahan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda awalnya seluas 166,82 hektar, namun karena ada kebutuhan tambahan, menjadi 232,52 hektar.
"Progres pembebasan lahan saat ini sudah 91 persen. Seluas 226,21 kita dorong selesai Oktober 2018. Sedangkan serapan dananya juga saya rasa masih lambat," ujar Refly.
Meski tidak merinci jumlah serapan dana dari total investasi Rp 9,4 triliun, namun Refly memiliki beberapa strategi percepatan guna mengejar target operasional.
Strategi tersebut yaitu mempercepat pembebasan lahan yang belum bebas, mempercepat daerah yang sudah bebas melalui percepatan konstruksi, kemudian mencari solusi dukungan dana tunai (viability gap fund) yang tidak bisa diselesaikan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.
Selain itu, jumlah sumber daya manusia (pekerja konstruksi) juga akan ditambah dengan frekuensi pekerjaan akan dioptimalisasi.
"Nanti pada saat mendekati tenggat, akan diberlakukan tiga shift," kata Refly.
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terdiri atas lima seksi yakni Seksi I mulai dari Km 13-Samboja sepanjang 21,9 kilometer, Seksi II Samboja-Muara Jawa sepanjang 30,05 kilometer, dan Seksi III Muara Jawa-Palaran sepanjang 18,20 kilometer.
Baca juga: Tanoto Foundation Adakan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi ke Tenaga Pendidik
Kemudian Seksi IV dari Palaran hingga Samarinda sepanjang 17,15 kilometer dan Seksi V dari KM 13 Balikpapan hingga Bandara Sepinggan sepanjang 11,09 kilometer.
Untuk diketahui, pembangunan jalan tol dengan fasilitas pendanaan VGF adalah Seksi I dan Seksi V sepanjang 33,11 kilometer.
Sedangkan ruas investasi yang dikelola oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) terdiri dari Seksi II, Seksi III, dan Seksi IV dengan total sepanjang 66,23 kilometer.
Jika kelak beroperasi, jalan tol ini bisa memangkas waktu tempuh Balikpapan-Samarinda menjadi hanya 1 jam 15 menit dari sebelumnya 3 jam.
Video Pemkot Bontang Gelar Sosialisasi dan Bimtek Penginputan Data LKIP pada E-Sakip
ekspos tv

