EKSPOSKALTIM, Bontang - Gedung Dakwah Muhammadiyah Bontang awalnya hanyalah sebidang tanah kosong, dengan sebuah rumah panggung diatasnya. Tanah itu dibeli oleh Panti Asuhan Putri Aisyiyah, ketika Chairunnisa menjadi Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bontang, periode 1990 hingga 1995.
Chairunnisa menceritakan, saat Panti Asuhan Putri Aisyiyah sudah menempati gedung Panti yang sekarang di jalan Brigjen Katamso, ia di tawari tanah di Jalan A Yani oleh H Dullah seluas 525 meter persegi dengan harga Rp 75 juta. Luas tanah tersebut membentang, mulai dari samping Jalan Ahmad Yani hingga ke belakang dekat sungai tembusan ke Jalan Iman Bonjol. Chairunnisa pun menyetujui harga tanah tersebut, namun meminta agar pembayaran dilakukan dengan cara dicicil. Dia merencanakan di atas tanah ini akan dibangun sebuah Rumah Sakit bersalin Aisyiyah (Klinik Bersalin).
"Pembayaran pembelian tanah itu menggunakan uang Panti Asuhan Putri Aisyiyah. Setiap 3 bulan, uang panti dikeluarkan Rp 3 juta, untuk membayar cicilan tanah. Demikian seterusnya hingga pembayaran lunas,” kata Chairunisa, saat di temui di kantornya, Jalan Brigjen Katamso, Minggu (3/7/2016).
Ia menambahkan, periode tahun 2000 hingga 2005, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bontang di jabat oleh Syahril Piliang. Beberapa tahun ketika menjabat sebagai ketua PDM Bontang , Syahril Piliang harus pindah ke Jakarta. Muhammadiyah akhirnya mengamanahkan jabatan Ketua PDM Bontang kepada H Umar, yang saat itu juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang.
"Saat itulah, H Umar meminta kepada Aisyiyah, bahwa tanah di Jalan Ahmad Yani itu untuk dibuat gedung sekretariat bersama Muhammadiyah, dan seluruh Organisasi Otonom. Muhammadiyah prihatin, karena belum mempunyai sekertariat bersama yang permanen, sehingga roda organisasi tidak bisa berjalan efektif dan efisien, " jelas Chairunnisa.
Lebih jauh ia menceritakan, menurut pihak Muhammadiyah, tanah tersebut strategis, terletak di pinggir jalan, sehingga pas untuk dijadikan sekertariat bersama. Di tanah itu akan di bangun gedung untuk Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah, kantor Pimpinan Daerah Aisyiyah, Kantor Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, Kantor Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Kantor Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, kantor Pimpinan Daerah Tapak Suci, kantor Ikatan Remaja Muhammadiyah, dan Kantor Komando kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah.
"Muhammadiyah berjanji, suatu saat nanti tanah Aisyiyah akan di ganti di tempat lain. Saya menyetujui permohonan Muhammadiyah menjadikan tanah milik Aisyiyah menjadi sekertariat bersama Muhammadiyah dan seluruh organisasi otonomnya," cetusnya.(*)

