EKSPOSKALTIM, Mahulu- Efek curah hujan yang tinggi di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi kendala utama perawatan badan jalan dan jembatan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Meski begitu, DPU sendiri tetap meneruskan proses pengerjaan agar para pengguna jalan tetap dapat melintasi kawasan tersebut.
Kepala Bidang Jasa dan Konstruksi DPU Mahulu Darius Kamuntik menjelaskan, sulitnya melakukan perawatan jika curah hujan tinggi ditambah sulitnya pemindahan alat berat dari satu titik ke titik lainnya.
"Tanahnya kan tanah liat, begitu hujan sekitar tiga hari kondisinya kembali lagi. Jadi kita ini betul-betul merawat tanah liat," kata Darius di kantornya Jalan Mangga, Kampung Ujoh Bilang, Senin (14/8).
Lanjut dirinya mengatakan, alat yang digunakan untuk merawat jalan masih terbatas. Sehingga jarak tempuh untuk pemindahan alat tersebut cukup jauh.
"Traktor kita tidak ada. Kalau ada pengangkutan material tanah agak sulit, kan tidak mungkin excavator yang angkut," ujarnya.
Sebanyak tiga unit alat berat dan bomag tiga unit. Tahun depan pihaknya akan mengusulkan penambahan alat. "Karena jalan dan jembatan yang butuh perawatan cukup panjang, jadi butuh alat juga," ungkapnya.
Sebelumnya DPU Mahulu terus melakukan perawatan serta pemeliharaan jalan dan jembatan, mulai dari perbatasan Kutai Barat hingga Kecamatan Long Apari. (Adv)

