EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Misteri kematian bapak dan anak warga Gang Merpati RT 31 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara yang ditemukan tewas mengenaskan masih mengundang tanda tanya besar. Meski outopsi sudah dilakukan namun polisi belum bisa memastikan apakah kedua jenazah tersebut merupakan korban pembunuhan atau ada upaya bunuh diri.
M Asyari, Ketua RT 32 Gang Merpati Kelurahan Muara Rapak membenarkan keterangan salah seorang tetangga yang melihat cekcok antara Muliadi dengan istri ketiganya tersebut. “Memang keduanya sempat terlibat pertengkaran hebat,” jelas Asyari.
Sementara Muliadi sendiri dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Jika Muliadi dikenal sebagai juragan angkot, Lasiyem dikenal oleh warga sekitar berprofesi sebagai penjual jamu keliling. Namun sejak dua bulan belakangan Lasiyem sudah berhenti berjualan keliling.
Dalam keseharian korban tak jarang terlibat cekcok adu mulut dengan Lasiyem istri keempatnya itu. Bahkan hingga terdengar ke tetangga. Mengenai prahara rumah tangga korban, kata Asyari, Lasiyem sempat meminta uang tunai sebesar Rp 100 juta lebih. Setelah itu dikabarkan jika istri korban tidak diketahui keberadanya.
Tak hanya dengan warga sekitar, Muliadi juga terbilang tertutup dan jarang bergaul, bahkan dengan anak buah supir angkotnya. “Istri korban kerap marah-marah,” Jelas S, salah seorang supir angkot korban.
Sementara itu berdasarkan pantauan EKSPOSKaltim, terkait kematian Muliadi dan anaknya dengan cara tragis ini ternyata baru diketahui keluarga terdekat, Siti Fatonah yang merupakan bibi korban. “Saya mengetahui peristiwa tersebut setelah menyaksikan tayangan di televisi,” ujarnya.
Namun sebelum kejadian kepada Siti, korban kerap mengeluhkan kondisi kesehatannya. Siti mengetahui jika sebelumnya korban dalam kondisi sakit. Bahkan selama beberapa bulan sebelumnya korban Muladi sempat dirawat oleh keluarganya di Pulau Jawa.

