EKSPOSKALTIM, Bontang – Berlatar belakang sebagai seorang pelaut, yang dulu bekerja dikapal sebagai kepala mesin engine dan kemudian diangkat menjadi kepala cabang di perusahaan PT Trihasta Bekasi Team dari Jakarta yang mengoperasikan kapal tengker ditahun 2007 hingga tahun 2011. Tak membuat Rustam lantas merasa telah berada di zona nyamannya yang hanya sebagai seorang karyawan.
Justru posisi yang ia dapatkan itu membuat pikirannya lebih terbuka dan tertantang untuk berhenti menjadi karyawan, hingga memutuskan mendirikan usaha sendiri dengan berbekal pengalaman yang ada tanpa terus di komandoi oleh seorang atasan.
"Dengan berjalannya waktu saya berfikir, kalau kita terus – terusan ikut dengan orang berarti kita hanya menjadi seorang karyawan. Maka dari itu pada tahun 2011 saya mencoba berdiri sendiri tanpa diatur dengan orang lain. Alhamdulillah saya membuka perusahaan berbasis pelayaran tanpa modal sedikitpun untuk membangun usaha ini. Kemudian di akhir tahun 2014, Tuhan memberikan saya kesempatan untuk memiliki kapal kargo 2 lantai yang beroperasi di pelabuhan Loktuan,” urainya saat ditemui dikantornya, Jalan Slamet Riyadi, Kelurahan Loktuan Kecamatan Bontang Utara, Kamis (26/05/16).
Usaha yang didirikannya tak hanya untuk dirinya sendiri, diakuinya bahwa perusahaan tersebut menjadi wadah untuk dirinya untuk membantu masyarakat memperoleh pekerjaan khususnya yang berada di kawasan Loktuan.
“Tujuan utama saya dalam mendirikan perusahaan ini, saya ingin berbagi dengan orang lain, dan bagi saya membantu orang lain, khususnya daerah Loktuan ini, merupakan kebanggan tersendiri," tukasnya.
Diceritakannya, Ia pernah mendapat pertanya dari salah satu bank mengenai modal awal dalam merintis usaha pelayaran yang ia dirikan tersebut.
"Pernah saya di tanya oleh orang bank, kenapa bisa mendirikan perusahaan ini, uangnya darimana, saya menjawab saya tidak pakai uang sama sekali untuk mendirikan usaha ini. Uang bukan segala-galanya untuk keberhasilan tergantung dari niat dan kejujuran kita," tandasnya.
Diawal mendirikan perusahaan, Rustam mengaku pernah mengalami kegagalan karena ditipu oleh orang lain, sehingga ia pun harus rela melepaskan uang sebesar 4 milyar miliknya itu dibawa orang lain. Kendati demikian, dia tetap yakin dan percaya bahwa semua itu akan kembali, jika dia ikhlas dan menjalani semua ini dengan ketekunan serta kejujuran yang menjadi prinsipnya sejak awal mendirikan perusahaan tersebut.
“Ada pepatah mengatakan, kalau kita tidak berani berspekulasi untuk melakukan sesuatu maka keberhasilan itu tidak akan datang. Jadi saya berfikir, saya harus berani mengambil kesempatan kalau memang ada waktu untuk mengerjakannya, apalagi ini menyangkut untuk kepentingan orang banyak. Dulu saya pernah di uji oleh Allah pada saat mendirikan perusahaan ini, rumah sampai mobil – mobil saya di segel oleh bank karena kena tipu orang dan uang saya di bawa lari sebesar 4 milyar. Tapi saya tidak pernah mengeluh, saya tetap yakin bahwa suatu saat nanti perusahaan ini akan maju. Karena saya percaya dimana kita dicoba dan kita iklas menjalaninya Allah pasti akan mengembalikannya berkali kali lipat,” ungkapnya.
Rustam berharap kepada pemerintah yang baru ini lebih memperhatikan kelayakan dan perlengkapan pelabuhan, seperti peningkatan keamanan dan perlengkapan safety. Dikarenakan pelabuhan Loktuan bukan hanya kapal lokal saja yang bersandar, melainkan kapal – kapal dari Negara lain pun ada yang bersandar di pelabuhan Loktuan.
“Harapan saya pribadi kepada pemerintah, agar bisa membantu mempercepat pengembangan pelabuhan Loktuan ini supaya investor dan pelaku usaha yang lain bisa masuk ke Kota Bontang, serta kota ini bisa lebih baik lagi dari tahun – tahun yang lalu," tutupnya.

