EKSPOSKALTIM, Samarinda - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Samarinda buka suara perihal insiden tongkang yang menabrak Jembatan Mahakam, Sabtu (26/4) malam. Rupanya terjadi di luar jam operasional penggolongan kapal.
"Pada jam tersebut sudah tidak masuk jam kegiatan penggolongan di Jembatan Mahakam," ujar Tim Humas Pelindo Samarinda, Ali Akbar, Minggu (27/4).
Insiden bermula saat kapal tongkang milik PT SKA sedang melakukan olah gerak tambat, bersiap menunggu jadwal penggolongan keesokan paginya. Namun, tali pengikat antara tugboat dan tongkang putus, membuat tongkang hanyut terbawa arus ke arah jembatan.
Upaya penahanan oleh tugboat gagal, dan kru kapal segera melapor ke kepanduan Pelindo untuk meminta bantuan evakuasi. Pelindo kemudian mengerahkan dua kapal tunda ke lokasi. Saat evakuasi, tongkang sudah melewati kolong jembatan dan mendekati Jety Pertamina.
"Evakuasi berhasil dilakukan di area dekat Masjid Jami' Darun Ni'mah, Karang Asam," jelas Ali. Ia menegaskan, Pelindo bertindak untuk menjaga keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim di wilayah kerja mereka.
Sorotan DPRD Kaltim
Insiden ini menuai sorotan dari Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, yang turun langsung ke lokasi kejadian. Sapto menyampaikan keprihatinan, mengingat telah ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 1989 yang mengatur zona steril di sekitar Jembatan Mahakam.
"Area steril itu 500 meter, dan 5 kilometer di kanan-kirinya. Ini harus benar-benar dijaga. Kalau sudah seperti ini, sudah masuk ranah pidana," tegas Sapto.
Ia meminta pertanggungjawaban dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Pelindo atas insiden ini. Sapto juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk segera menggelar rapat evaluasi.
"Saya minta rapat segera. Kita panggil semua pihak yang terkait lalu lintas penggolongan ini. Tidak boleh dibiarkan," katanya.
Lebih lanjut, Sapto mendesak agar penggolongan jembatan dihentikan sementara waktu demi mencegah korban jiwa. Ia mengingatkan tragedi serupa yang pernah terjadi di Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar).
"Intinya, tutup dulu sementara. Jangan sampai ada korban lagi di Jembatan Mahakam. Cukup tragedi di Kukar jadi pelajaran," pungkasnya.

