EKSPOSKALTIM, Mahulu – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tengah menggenjot pembangunan jembatan darurat guna menggantikan fungsi jembatan sementara.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mahulu Yunik Bachtiar mengatakan, ada banyak jembatan di Mahulu yang mengalami kerusakan cukup parah.
Namun, DPUPR Mahulu belum bisa membangun semua jembatan yang rusak itu menjadi jembatan permanen. Oleh sebab itu, pihaknya tengah mengupayakan untuk membuat jembatan darurat.
“Untuk sementara kami buatkan dulu jembatan darurat untuk menggantikan jembatan yang rusak. Karena masih banyak jembatan yang harus kami benahi,” katanya kepada media ini, Kamis (31/8).
Dia menuturkan, sedikitnya ada tujuh jembatan darurat yang bakal dibangun di 2017 ini. Namun dia belum tahu pasti, ada berapa jumlah jembatan yang rusak dan akan diganti dengan jembatan darurat.
“Pastinya kurang tahu. Yang jelas ada tujuh jembatan yang bakal dibangun dalam waktu dekat ini,” tuturnya.
Dia juga mengaku belum tahu persis, berapa jumlah anggaran pembangunan jembatan darurat itu. Ditanya konsep jembatan darurat, dia menjelaskan, pembangunan jembatan darurat dibangun hanya menggunakan kayu.
“Sementara pakai kayu dulu. Nanti baru dibuatkan yang permanen. Ya, mudah-mudahan bisa cepat selesai, biar bisa segera dipakai masyarakat,” pungkasnya. (adv)

