EKSPOSKALTIM, Bontang– Sepekan menjabat, atensi khusus diberikan Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono terhadap stabilitas harga sembako dan pangan.
Sejak pekan ini, kata Kapolres, personel reserse yang bertugas di Satuan Tugas Pangan (Satgas) Polres Bontang telah memantau pola pendistribusian bahan pangan ke Kota Taman.
“Ya, anggota intel kami sebar khusus untuk memantau alur-jalur distribusi bahan pangan yang berasal dari Samarinda. Sementara untuk yang di pasar mengantisipasi adanya kartel dan lonjakan harga,” jelas Dedi usai menggelar nonton bareng (nobar) Final Liga Champions 2016/17 dan silaturahmi dengan masyarakat Bontang di halaman kantor Satlantas, Minggu (4/6) subuh.
Terbentuk sejak bulan lalu, Satgas Pangan berfungsi mengawasi distribusi dan penyimpanan stok pangan. Itu dilakukan untuk mencegah adanya tindak penimbunan ataupun praktik persaingan usaha yang tidak sehat, seperti kartel.
Namun, sampai sejauh ini, Satgas Pangan belum menemukan adanya praktik hitam tersebut di pasaran. “Sejauh ini memang nihil temuan, jika memang ada tentu kita akan langsung tindak,” tegas mantan kapolres Mempawah Polda Kalbar ini.
Kota Bontang sendiri, kata Dedi, bukan merupakan daerah pemasok bahan pangan. Kota Balikpapan dan Samarinda lah yang selama ini menjadi pemasok bahan pangan ke Bontang.
“Soal ketersedian bahan pangan dari perkiraan kami untuk 3 bulan ke depan aman,” jelas perwira berpangkat dua melati ini.
Sementara, lonjakan harga bahan pokok yang terjadi belakangan waktu, juga mendapat perhatian lebih dari Kapolres. Untuk itu, pihaknya bersama jajaran Komisi 1 Bidang Hukum, Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat DPRD Bontang akan melakukan sidak lanjutan.
Diketahui hasil pantauan kala itu, harga bawang putih mengalami lonjakan yang cukup signifikan, dari Rp 15 ribu menjadi Rp 45 ribu. "Ya harga bawang putih memang naik," katanya.
Selain bawang, harga daging sapi yang awalnya Rp 130 ribu per kilogram mengalami lonjakan yang tak signifikan menjadi Rp 135 ribu per kilogram.

