EKSPOSKALTIM, Mahulu – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memiliki lima Kecamatan, yaitu Long Bagun, Long Laham, Long Hubung, Long Apari dan Long Pahangai.
Dari kelimanya itu, Kecamatan Long Apari berada paling jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Mahulu, yakni Long Bagun.
Bukan hanya jauh, untuk bisa tiba di Kecamatan Long Apari juga cukup susah.
Dijelaskan Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Mahulu Yunik Bachtiar, satu-satunya akomodasi menuju Long Apari dari Long Bagun yaitu melalui jalur Sungai Mahakam.
Sebab, hingga saat ini akses jalur darat menuju Long Apari belum terbuka dari belantara hutan. Sedangkan jalur udara, Long Apari belum memiliki landasan pacu pesawat, alias bandara.
Namun menggunakan jalur Sungai Mahakam cukup berbahaya. Kata Yunik, ada banyak riam-riam besar yang akan mengadang perjalanan warga. Hingga menyebabkan perjalanan menggunakan jalur Sungai Mahkam menjadi rawan kecelakaan.
“Sudah banyak korbannya,” katanya kepada Ekspos Kaltim, beberapa waktu lalu.
Selain itu, biaya akomodasi perjalanan ke Long Apari tidak murah. Warga harus mengeluarkan kocek yang cukup besar.
Dari Long Apari menggunakan speedboat, sambung Yunik, butuh biaya sekitar Rp1 juta hingga Rp3 juta.
“Semua itu tergantung dari pasang-surut sungai (Sungai Mahakam). Kalau air sungai naik, biaya bisa murah. Tapi kalau airnya surut, pasti akan menjadi mahal, karena resiko bahaya akan menjadi lebih besar,” sambungnya.
Oleh karena itu, menurutnya, pembangunan jalan darat dari Long Bagun menuju Long Apari harus segera direalisasikan.
Sebab, dengan menggunakan jalur darat akan lebih aman dan .
“Jalur darat ini sudah sangat dinanti masyarakat,” tuturnya.
Dia menjelaskan, sebagian jalan darat dari Long Bagun menuju Long Apari sudah tahap pengerasan dan menunggu diaspal. Namun, sebagian lagi masih ada lahan yang belum dibuka.
Dia mengaku, pihaknya terkendala dari kondisi topografi Kalimantan yang berbukit.
“Kami kesulitan mendatangkan alat berat. Sebab, kondisi medan di sini (Mahulu) cukup sulit. Ada banyak ditemui tebing-tebing curam bahkan perbukitan yang terjal,” akunya.
Namun, dia mengungkapkan, pihaknya akan terus berupaya sebaik mungkin, agar pembangunan jalan darat menuju Long Apari bisa segera rampung.
“Kami akan bekerja semaksimal mungkin. Cepat selesai, cepat juga dinikmati hasilnya,” tandasnya. (adv)

