EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Masuknya perusahan perkebunan dan perusahan tambang ke Desa Sekrat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur mengakibatkan banyak warga setempat yang memilih beralih profesi.
Aktifitas nelayan yang selama ini banyak digeluti masyarakat sekitar Pantai Sekerat, kini kurang diminati. Alasan pendapatan yang jelas setiap bulannya, menjadi faktor mereka memilih hengkang dari profesi nelayan.
Apalagi mereka yang hanya sebagai nelayan tradisional, hanya mengandalkan perahu ketinting, maka kan sulit mendapatkan ikan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kutim Arfan berupaya untuk memulihkan kondisi tersebut, mengembalikan keberadaan nelayan tradisional di Desa Sekrat. Caranya, bekerjasama dengan investor untuk mendukung para nelayan di desa ini.
“Sudah ada investor yang ingin kerja sama dengan kami membuat kapal besar untuk nelayan di Sekrat. Ini perlu, agar nelayan ini bisa melaut sampai ke tengah laut, untuk mencari ikan,” katanya.
Diakui, jika nelayan mencari ikan hanya di sekitar pantai, memang akan sulit mendapatkan hasil yang maksimal. Karena itu, butuh kapal yang lebih besar, agar bisa menjangkau laut dalam, saat mencari ikan. Karena ikan banyaknya di laut dalam.
“Kita ingin mereka bisa jadi nelayan kembali. Inikan karena potensi ikan kita bagus. Kebutuhan akan ikan juga terus meningkat, jadi sifatnya jangka panjang. Beda dengan jadi karyawan di perusahan.”
“Memang saat ini mungkin masih dapat gaji rutin, masih enak. Tapi kalau perusahan sudah tutup, maka mereka akan kesulitan lagi untuk mencari nafkah. Karena itu, kami ingin mereka tetap jadi nelayan, tapi nelayan yang bisa menghasilkan penghasilan yang lebih baik,” tutupnya.(adv)

