17 Agustus 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Perangi Stunting, Dinkes Kutim Giat Periksa Kesehatan Anak.


Perangi Stunting, Dinkes Kutim Giat Periksa Kesehatan Anak.
Koordinator Pengelola Kesehatan Anak Dinkes Kutim Nori (kanan)

EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) saat ini tengah mengantisipasi keterlambatan tumbuh kembang anak. Hal itu disampaikan Koordinator Pengelola Kesehatan Anak Dinkes Kutim, Nori, saat ditemui di kantornya, Komplek Perkantoran Bukit Pelangi, Rabu (15/5/2019).

Dijelaskan Nori, Dinkes Kutim saat ini mempunyai program Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIPTKA), yang sangat penting dilakukan bagi Kelancaran tumbuh kembang anak sejak usia dini guna terhindar dari Stunting.

Baca juga: Penyelundupan Ratusan Ekor Burung Liar Berhasil Digagalkan

"Iya, SDIPTKA ini sangatlah penting. Jadi, kita sedini mungkin memberikan pelayanan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIPTKA) dari usia 3 bulan - 1 tahun, 1 tahun - 5 tahun, 5 tahun - usia persekolahan dan 59 bulan - 71 bulan," ucap Nori.

Lebih jauh dijelaskan Nori, guna meminimalisir stunting di masyarakat, pihaknya rutin melakukan pemeriksaan ke sekolah baik TK maupun PAUD setiap 6 bulan sekali. Kata Nori, pencegahan stunting juga bisa dilakukan dengan pernikahan di atas usia 21 tahun.

"Secara psikologis, ibu yang melahirkan di bawah umur 21 tahun itu mentalnya belum siap termasuk reproduksinya. Sekarang, anak remaja menjadi sasaran kita untuk diberi pencegahan pernikahan dini. Oleh karena itu, sekarang ada pemberian zat besi untuk remaja. Karena, anak yang diharapkan dan tidak diharapkan tidak akan sama perlakuannya. Begitu juga kekerasan terhadap anak di bawah umur," tutup Nori. (adv)

Reporter : RNW    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0