17 Agustus 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Atasi Kekerasan pada Anak, Dinkes Kutim Tuntut Peran Orang Tua


Atasi Kekerasan pada Anak, Dinkes Kutim Tuntut Peran Orang Tua
Foto Petugas Dinas Kesehatan Kutim.

EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Terdapat ratusan kasus kekerasan pada anak yang terjadi di tahun 2018. Beberapa instansi terkait menangani hal tersebut, di antaranya Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim).

Menurut Pengelola Program Kesehatan Anak Dinkes Kutim, Noriah, kasus kekerasan anak yang paling utama dimulai dari kekerasan dalam keluarga, lembaga pendidikan serta pornografi dan cyber crime. Fisik dan non fisik.

Baca juga: Kaltim Targetkan Atasi Blankspot di 271 Titik Hingga 2021

"Khusus kekerasan pada anak yang dipicu dari sosial media dan internet, di situ terdapat banyak tontonan yang tidak mendidik dan anak-anak dengan mudah menirunya, seperti kasus pembullyan (Bullying)," tukasnya.

Noriah juga menambahkan, saat ini tetangga atau orang yang tidak sengaja melihat anak-anak dimarahi secara berlebihan dapat dilaporkan dan akan terkena hukuman pidana.

"Membentak, mencubit, membandingkan anak satu dengan anak lainnya itu termasuk kekerasan, bagi yang melihat boleh melaporkan, si anak akan didampingi dengan dinas terkait, sedangkan tersangka akan diserahkan pada kepolisian," tambahnya.

Baca juga: Bariq Ghazala, Peraih Nilai UN 2019 Tertinggi se-Kaltim dari SMA YPK

Untuk mengurangi tingkat kasus kekerasan anak, seharusnya tidak boleh kurang dari peran penting (Parenting) orang tua dan keluarga. Komunikasi itu penting untuk membangun rasa aman dan nyaman bagi anak.

"Yang sangat penting, bagaimana komunikasi anak dengan orang tua terjalin, batasi penggunaan gadget, karena saat ini peran gadget lebih penting daripada keluarga sehingga interaksi terbatas. Ini perlu warning untuk orangtua," tutupnya.

Reporter : Fitri    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0