EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Plt Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur Roma Malau menyebutkan, dari 420 sekolah yang ada di 18 kecamatan se-Kutai Timur, 390 di antaranya sudah menerima Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas).
"Dari 420 sekolah se-Kutim 390 sudah menerima Bosnas, sisa 30 sekolah saja lagi, namun besok (Selasa) akan kita selesaikan itu,'' ungkapnya saat coffee morning di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Senin (29/4/2019).
Baca juga: Jembatan Mahakam IV Samarinda Dilintasi Akhir Tahun 2019
Seperti yang diketahui, saat ini sekolah-sekolah menerima dua macam BOS, yakni BOSNAS, yang berasal dari Pemerintah Pusat dan BOSDA yang berasal dari Pemerintah Daerah.
Jumlah BOSNAS dan BOSDA yang diterima sekolah bergantung kepada jumlah siswa di sekolah tersebut. Penggunaan BOSNAS dan BOSDA sudah diatur dalam perundang-undangan.
Peruntukkannya pun sudah jelas, di antaranya untuk pengembangan perpustakaan, kegiatan dalam rangka penerimaan peserta didik baru, kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler peserta didik, kegiatan ulangan dan ujian, pembelian bahan-bahan habis pakai.
Baca juga: Pengembangan Padi Ladang Jadi Alternatif Penuhi Kebutuhan Beras di Kaltim
Selain itu, langganan daya dan jasa, perawatan sekolah, pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer, pengembangan profesi guru, membantu peserta didik miskin, pembiayaan pengelolaan BOS, pembelian dan perawatan perangkat komputer.
Namun seringkali dana BOS turun terlambat dari waktu yang ditentukan. Seperti diketahui, dana BOS turun setiap tiga bulan sekali. Artinya, ada empat triwulan dalam satu tahun penerimaan BOS.

