EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Komisi 3 DPRD Bontang bakal mendatangi PT Graha Power, karena mangkir dari undangan rapat guna membahas terkait penyelesaian kelompok tani rumput laut yang merugi ratusan juta rupiah yang diduga imbas dari penggalian alur laut.
"Kita akan mendatangi kantor Graha Power jika 3 kali tidak hadir dalam rapat ini," kata Ketua Komisi 3, Rustam, saat menggelar rapat bersama para nelayan Tihi-Tihi dan Dinas Kelautan, Selasa (12/3/2019) di Gedung DPRD Bontang.
Baca juga: Ubayya Sambut Baik Bontang Jadi Tuan Rumah Jambore Pemuda Daerah
Rustam menilai, sejatinya pihak Graha seharusnya datang untuk menjelaskan latar belakang masalah sehingga penyelesaian kerugian warga pun segera diatasi.
"Surat rekomendasi sudah dibuat oleh Dinas Kelautan dan Ketahanan Pangan, dan Dinas BLH sudah ada titik terang, hanya saja pihak Graha Power tidak hadir," kesal Rustam.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kampung Tihi-Tihi, Maskur menyerahkan aduan ini ke Komisi 3 untuk mencari solusi yang terbaik.
"Kami harapkan pihak DPRD untuk memediasi hal ini, karena alamat kantornya saja (PT Graha Power) kami tidak tahu," ujar Maskur.
Maskur mengeluhkan, akibat dari aktivitas penggalian alur laut di daerahnya, pihaknya mengalami banyak kerugian materi.
Baca juga: Rusli Soroti YPK, YKHT Terkait Mediasi dengan Masyarakat Kelurahan Belimbing
"Jika diakumulasikan, kerugian kami senilai Rp 250 juta, karena sebanyak 303 jalur yang diduga dicemari oleh lumpur laut," ujarnya.
Ia hanya berharap kasus ini segera diselesaikan secepatnya, karena ada beberapa kelompok tani yang lain sudah terbayarkan.
"Kami hanya ingin keadilan, ada beberapa kelompok tani yang sudah diberikan ganti-rugi rumput laut mereka yang mati, kami pun berharap demikian," ungkapnya.(adv)

